MALINAU - Sebanyak 13 unit sepeda motor yang dilaporkan hilang akibat aksi pencurian kendaraan bermotor berhasil disita oleh jajaran kepolisian. Seluruh kendaraan tersebut dijadikan barang bukti hasil pengungkapan aksi kejahatan di 11 lokasi kejadian perkara yang berbeda.
Pihak kepolisian telah menetapkan enam orang tersangka dalam perkara ini, yaitu A (40) sebagai eksekutor utama pencurian, serta FEP (37), P (36), J (36), MS (42), dan FSR (34) yang berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.
Tersangka utama ditangkap di wilayah Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara pada 2 September 2026 setelah menjalankan aksinya sejak November 2025. Penangkapan tersebut kemudian mengarah pada penahanan lima pelaku lainnya setelah dilakukan pengembangan perkaranya.
Pimpinan kepolisian setempat menjelaskan bahwa dari 13 unit kendaraan yang disita, sejumlah barang bukti telah berhasil teridentifikasi. Kendaraan tersebut selanjutnya diserahkan kepada para pemilik sah dengan mekanisme status pinjam pakai.
"Untuk korban sendiri yang melapor sebanyak 11 orang, kami serahkan hari ini pada para korban, pinjam pakaikan," ujarya dalam konferensi pers di halaman Mako Polres Malinau, Kamis (17/9/2026).
Kepolisian menegaskan bahwa seluruh unit sepeda motor tersebut tetap berkaitan erat dengan penanganan hukum. Para korban nantinya akan dipanggil kembali apabila keterangannya dibutuhkan saat pelimpahan perkara.
"Tentu saja sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik itu proses hukumnya maupun proses kepada para korban yang nantinya akan dihadirkan kembali untuk pelimpahan perkara," tuturnya.
Keberhasilan penemuan sepeda motor ini menghadirkan rasa haru dan lega bagi para korban. Bagi mereka, kendaraan bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan alat utama untuk mengais rezeki demi menopang kebutuhan keluarga.
Asmadi (59), warga Desa Malinau Seberang, menceritakan pengalamannya kehilangan sepeda motor pada Juli 2026 lalu. Kendaraan itu merupakan modal tunggal baginya untuk pergi mengurus kebun sawit demi membiayai kebutuhan rumah tangga dan sekolah anak-anaknya. Selain itu, ia kerap menjual singkong ke pasar dengan pendapatan Rp50 ribu per 10 ikat. Ditemukannya kembali motor tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan usahanya, sehingga ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada aparat penegak hukum.
Rasa bahagia juga dirasakan Maria, warga Desa Lubak Manis, yang sebelumnya sempat pasrah dan tidak menyangka kendaraannya bisa kembali.
"Sampai kami bisa dapat kendaraan kami kembali pada hari ini. Memang secara pribadi kami tidak harapkan ini bisa kembali," ujar Maria.
Maria menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras petugas kepolisian karena maraknya aksi pencurian sempat menimbulkan keresahan warga desa tempat tinggalnya.
"Ini harapan kami, benar-benar ini mengerisaukan masyarakat, terutama di desa tempat saya tinggal, di Lubak Manis," katanya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan kejadian kejahatan kepada petugas. "Mereka tidak berani melapor karena takut, terbatas pengetahuan warga kami tentang lapor polisi ini," ungkap Maria.
Sementara itu, korban lainnya bernama Ramadhani menceritakan pengalaman kehilangan motor kredit yang baru digunakannya selama enam bulan. Ia sempat merasa bingung mengurus administrasi ke pihak dealer sebelum akhirnya mendapat kepastian bahwa kendaraannya berhasil ditemukan oleh petugas.
"Saya kredit motor di dealer, selama enam bulan saya pakai lalu hilang. Begitu kehilangan saya langsung membuat laporan. Setelah ada info motor itu didapat di Polres, saya datang dan memang motornya ada," ujar Ramadhani.
Ramadhani menjelaskan bahwa pihak dealer meminta agar motor tersebut ditahan sementara waktu di kantor polisi sampai urusan penyelesaian kredit tuntas guna menghindari timbulnya masalah baru.
"Kalau motor ini dikembalikan, saya akan tinggal juga di sini karena nanti saya masih berurusan dengan dealer. Lebih baik ada penengah daripada nanti jadi masalah," ujarnya.
Kendaraan yang sudah teridentifikasi kini diserahterimakan melalui skema pinjam pakai sesuai aturan hukum, sementara penanganan kasus curanmor tersebut dipastikan terus berjalan hingga tuntas.