Olah TKP Kasus Pembunuhan Sopir oleh KKB Temukan Selongsong Peluru

Olah TKP Kasus Pembunuhan Sopir oleh KKB Temukan Selongsong Peluru
TNI-Polri mengevakuasi jenazah Aris Sanda, sopir lajur korban pembunuhan Kelompok bersenjata OPM.(Sumber:NET)

MIMIKA - Tim gabungan aparat kepolisian menggelar olah tempat kejadian perkara terkait kasus pembunuhan Aris Sanda, seorang pengemudi lajuran rute trans Wamena-Nduga di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Di samping mendapati jasad korban di dalam armada yang hangus terbakar, petugas mengamankan selongsong amunisi senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter. Pengamanan area lokasi dilakukan ketat sepanjang proses pemeriksaan.

“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo saat dikonfirmasi melalui sambungan panggilan, Kamis (17/9/2026).

Insiden berdarah ini bermula pada Selasa (15/9/2026) ketika korban bertolak dari wilayah Ilekma menuju Mbua. Saat itu korban mengangkut komoditas bahan pokok beserta sembilan orang penumpang di dalam kendaraannya.

Memasuki kawasan Habema sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga diadang oleh kelompok kriminal bersenjata. Para penumpang yang berhasil menyelamatkan diri kemudian melaporkan bahwa sang sopir telah diculik dan dibawa pergi oleh para pelaku.

"Saksi, penumpang selamat ini melaporkan bahwa pengemudi dibawa oleh mereka (terduga pelaku). Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari. Tapi saat itu kabutnya tebal, kami hanya menemukan sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal," ujar Yusuf.

Penyisiran lanjutan di lokasi kejadian dilanjutkan kembali pada Rabu (16/9/2026) pagi. Dalam operasi pencarian tersebut, tim menemukan kendaraan korban terperosok di bibir jurang sedalam kurang lebih 13 meter dari tepi jalan raya dengan kondisi sudah hangus terbakar bersama jasad korban di dalamnya.

"Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter dan tenaga medis. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index