JAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan perolehan alokasi pagu indikatif sebesar Rp37,29 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Sebanyak 92,71 persen dari total pagu atau setara Rp34,6 triliun difokuskan secara langsung untuk penguatan program infrastruktur konektivitas di berbagai daerah.
Pagu anggaran tahun anggaran 2027 sebesar Rp37,299 triliun, sebesar 7,29% atau Rp2,72 triliun akan dimanfaatkan untuk program dukungan manajemen dan 92,71% atau Rp34,6 triliun untuk program infrastruktur konektivitas.
Dari total pagu belanja sebesar Rp37,29 triliun, alokasi anggaran terbesar diperuntukkan guna menunjang kegiatan preservasi jalan dan jembatan guna menjaga tingkat kemantapan serta konektivitas logistik nasional. Rincian pembagian alokasi anggaran infrastruktur mencakup: Porsi preservasi jalan dan jembatan tembus 44,25% atau sebesar Rp16,507 triliun. Pembangunan jalan baru sebesar Rp8,22 triliun atau mencapai 22,05%. Pembangunan jembatan senilai Rp6,46 triliun atau mencapai 17,34% dari pagu teralokasi.
Kemudian, pembangunan jalan tol sebesar 5,46% dari pagu atau sebesar Rp3,157 triliun, dan Turbinwas - cadangan bencana sebesar 0,61% atau Rp223 miliar.
Di sisi lain, untuk dukungan operasional manajemen dialokasikan pagu sebesar Rp2,71 triliun. Mayoritas pengeluaran tersebut terserap pada belanja pegawai guna menjamin kesejahteraan aparatur sipil negara.
Belanja pegawai tersebut digunakan untuk membayar gaji beserta tunjangan, 14.326 pegawai termasuk PNS dan P3K di lingkungan Ditjen Bina Marga.
Secara keseluruhan, Kementerian Pekerjaan Umum memperoleh pagu Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp114,59 triliun. Angka tersebut tercatat jauh berada di bawah kebutuhan riil yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp219,81 triliun.