Pemerintah Cuma Targetkan Bangun 13,5 Km Jalan Tol pada Tahun 2027

Pemerintah Cuma Targetkan Bangun 13,5 Km Jalan Tol pada Tahun 2027
Ilustrasi Jalan Tol.(Sumber:NET)

JAKARTA - Target pembangunan jalan tol oleh pemerintah pada 2027 mendatang tercatat hanya sepanjang 13,5 kilometer (km) akibat efisiensi anggaran infrastruktur. Langkah ini bakal didukung secara teknis melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Pihak BPJT menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan alokasi dana khusus untuk menopang pengerjaan proyek tol tersebut. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), nilai yang disiapkan untuk program dukungan konstruksi ini menyentuh angka Rp3,15 triliun.

"Kalau yang terkait program pembangunan jalan tol, ini ada target bisa terbangun di 2027 ada tambahan sepanjang 13,5 km dengan alokasi yang sudah teralokasi di RKA [Rencana Kerja dan Anggaran] sebesar Rp3,15 triliun," ujarnya saat menghadiri rapat kerja pada Senin (7/9/2026).

Di samping itu, alokasi anggaran yang dikucurkan pemerintah secara keseluruhan untuk pelaksanaan proyek pembangunan tol tersebut mencapai Rp3,5 triliun. Bantuan modal itu disalurkan lewat skema viability gap fund (VGF) atau dukungan konstruksi langsung dari pemerintah.

Panjang lintasan 13,5 km yang bakal digarap tersebut bukanlah pengerjaan ruas tol baru secara utuh. Proyek ini merupakan bagian dari skema dukungan konstruksi untuk tiga jalur tol yang statusnya saat ini masih dalam tahap pengerjaan (ongoing).

Ketiga jalur yang memperoleh bantuan APBN itu tersebar di beberapa tempat. Jalur yang dimaksud meliputi Jalan Tol Serang–Panimbang, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1, serta Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban yang berada di wilayah Jawa Barat.

"Ini khusus untuk 3 ruas tol dukungan konstruksi pemerintah, yaitu Tol Serang–Panimbang (Serpan), kemudian Tol Semarang–Demak Seksi 1, dan terakhir adalah jalan tol Akses Patimban di Jawa Barat," pungkasnya.

Porsi dana untuk pengerjaan ketiga jalur tersebut sudah masuk ke dalam pagu indikatif Ditjen Bina Marga untuk Tahun Anggaran 2027. Dari pemaparan resmi, total pagu indikatif Ditjen Bina Marga telah ditetapkan sebanyak Rp37,30 triliun.

Kondisi anggaran yang terbatas membuat pengerjaan jalan tol harus disesuaikan berdasarkan skala prioritas. Dana di Ditjen Bina Marga pun mesti dibagi untuk mendanai berbagai program prioritas lain di sektor pembangunan jalan serta jembatan.

Bukan cuma fokus pada tambahan tol 13,5 km, Ditjen Bina Marga juga memplot anggaran untuk pembukaan jalan baru sepanjang 200,44 km.

Pemerintah turut mengalokasikan anggaran demi peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 932,71 km, serta preservasi rutin jalan dengan target 47.603 km.

Selain itu, alokasi dana juga diarahkan untuk memenuhi beragam kebutuhan infrastruktur lain, di antaranya: penanganan pascabencana di Sumatra penanganan jalan dan jembatan daerah pembangunan 128 unit jembatan gantung penyediaan flyover dan underpass sepanjang 473,9 meter.

Luasnya cakupan program tersebut memperlihatkan bahwa anggaran Ditjen Bina Marga pada 2027 tidak cuma difokuskan pada perluasan jalan tol semata. Pemerintah harus membagi porsi anggaran demi merawat kondisi jalan existing, meningkatkan kapasitas jalan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Oleh karena itu, target tambahan tol 13,5 km di 2027 menjadi bagian dari skema dukungan terhadap jalur yang tengah dibangun, yakni Tol Serang–Panimbang, Tol Semarang–Demak Seksi 1, dan Tol Akses Pelabuhan Patimban.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index