Pemkab Gresik Geber Proyek Jalan Klampok ke Munggugebang hingga 2027

Pemkab Gresik Geber Proyek Jalan Klampok ke Munggugebang hingga 2027
Peresmian pembangunan jalan poros desa (JPD) ruas Klampok–Munggugebang, Kabupaten Gresik.(Sumber:NET)

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik baru saja meresmikan pembangunan jalan poros desa ruas Klampok ke Munggugebang di Kecamatan Benjeng guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti menjelaskan bahwa penanganan ruas jalan sepanjang 1,7 kilometer tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kualitas jalan secara bertahap.

Pada tahap tahun 2026, pengerjaan betonisasi dilakukan sepanjang 205 meter dengan lebar lima meter untuk menggantikan konstruksi paving block yang sebelumnya sudah mengalami penurunan kualitas.

Pemerintah Kabupaten Gresik juga telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan pengerjaan jalan poros desa Klampok ke Munggugebang pada tahun mendatang.

Selain ruas tersebut, penanganan jalan poros desa melalui APBD 2026 secara keseluruhan mencapai sekitar 4,5 kilometer yang tersebar di pelbagai wilayah, meliputi: Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng, Sangkapura.

Pembangunan infrastruktur ini diarahkan untuk menunjang pergerakan ekonomi, sektor pertanian, ketahanan pangan, akses pendidikan, hingga fasilitas pelayanan dasar bagi masyarakat setempat.

Masyarakat diimbau untuk turut memelihara badan serta bahu jalan yang telah selesai dibangun agar fungsi layanan infrastruktur tersebut dapat bertahan lebih lama.

Dhiannita Tri Astuti menyampaikan, “Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang sudah dibangun. Jangan sampai badan maupun bahu jalan digunakan atau dirusak sehingga mengurangi fungsi jalan.”

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa percepatan infrastruktur jalan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah sejak perubahan APBD 2025, APBD 2026, hingga APBD 2027.

Ia menerangkan bahwa pembangunan jalan harus membentuk jaringan yang saling terhubung antara jalan kabupaten, jalan poros desa, jalan lingkungan, serta jalur alternatif antarwilayah.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, “Sejak 2025 kami memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD.”

Ia juga menambahkan, “Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.”

Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi, seperti yang diterapkan pada jalur Manyar ke Betoyo ke Duduk Sampeyan.

Fandi Akhmad Yani menegaskan, “Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik.”

Pemerintah Kabupaten Gresik mengapresiasi dukungan serta kesabaran warga Desa Klampok selama proses pengerjaan fisik berlangsung hingga selesai sesuai dengan target.

Fandi Akhmad Yani menyampaikan, “Ngapunten sanget selama proses pembangunan ada aktivitas warga yang terganggu. Alhamdulillah hari ini sudah selesai sesuai target dan sudah bisa dimanfaatkan.”

Warga diseru untuk merawat jalan beserta tradisi penanaman pohon di sekitar area pembangunan sebagai simbol menjaga hasil pembangunan secara bersama-sama.

Fandi Akhmad Yani memungkas, “Setelah jalan jadi, biasanya kami tanam pohon. Saya titip kepada warga, jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga.”

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index