BERITAKINI.CO.ID — Anggota DPR menyoroti dampak kesehatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkepanjangan terhadap masyarakat. Mereka menilai hak kesehatan warga telah dilanggar karena harus menghirup asap selama berbulan-bulan.
Kritik terhadap Penanganan Karhutla
DPR mengkritik pemerintah terkait penanganan karhutla yang dinilai lambat. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja yang membahas dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut DPR, kondisi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan warga. Paparan asap yang berlangsung lama dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan.
Dampak Kesehatan Akibat Kabut Asap
Kabut asap dari karhutla mengandung partikel berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Warga yang terpapar terus-menerus berisiko mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil paling berisiko terdampak. Gejala yang sering muncul meliputi batuk, sesak napas, iritasi mata, dan tenggorokan kering.
Langkah Perlindungan Diri
Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.
Selain itu, kurangi aktivitas di luar rumah jika kualitas udara memburuk. Gunakan air purifier di dalam ruangan untuk menjaga kualitas udara tetap bersih.
Perbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika memungkinkan, tutup jendela dan pintu rumah agar asap tidak masuk.
Kapan Harus ke Dokter
Segera cari bantuan medis jika mengalami sesak napas berat atau nyeri dada. Batuk yang tidak kunjung sembuh juga perlu diperiksakan ke dokter.
Warga yang memiliki riwayat penyakit paru atau jantung harus lebih waspada. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis jika gejala memburuk.
DPR mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dalam mengatasi karhutla. Penanganan yang cepat dan efektif dinilai penting untuk melindungi hak kesehatan masyarakat.