BERITAKINI.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan di lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kalimantan Tengah, telah menghanguskan 2.141,430 hektare lahan dan kini merangsek ke kawasan Hutan Kemasyarakatan Masoraian. Jarak pandang di jalur KM 14 hingga KM 22 tinggal dua meter akibat asap, memicu risiko kecelakaan lalu lintas.
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menyatakan perluasan sebaran api menjadi perhatian serius karena titik panas sudah mendekati kawasan hutan negara tersebut. Pemerintah daerah mengerahkan personel gabungan secara proporsional di setiap lokasi yang terdampak.
Luas Terbakar Capai 2.141 Hektare dan Masih Bertambah
Rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat mencatat luas lahan terdampak karhutla mencapai 2.141,430 hektare. Angka itu diperkirakan terus naik seiring penanganan yang masih berlangsung di lapangan.
Di lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, sekitar 400 hektare lahan terbakar. Jalur tersebut menjadi salah satu titik paling kritis karena berbatasan langsung dengan permukiman dan kawasan hutan.
Jarak Pandang Dua Meter di Jalur KM 14–22
Satgas di lapangan menggencarkan imbauan kepada warga yang melintasi jalan di KM 14 hingga KM 22. Asap tebal memangkas jarak pandang menjadi hanya dua meter.
Kondisi itu rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara diminta berhati-hati dan mempertimbangkan menunda perjalanan bila tidak mendesak.
Hutan Kemasyarakatan Masoraian di Titik Rawan
Hutan Kemasyarakatan Masoraian merupakan kawasan hutan negara yang dihuni berbagai jenis tanaman dan satwa. Keberadaannya kini terancam karena api terus meluas ke arah kawasan tersebut.
"Perkembangan sebaran api yang masih meluas menjadi perhatian kita, terlebih kebakaran telah mendekati ke kawasan Hutan Kemasyarakatan Masoraian," kata Nurhidayah di Pangkalan Bun.
Pemerintah daerah menyatakan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghadapi kondisi karhutla. Personel gabungan dikerahkan sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
Warga Diminta Laporkan Titik Api
Nurhidayah menekankan keterlibatan masyarakat menjadi kunci menekan perluasan kebakaran. Warga diharapkan aktif menjaga wilayahnya masing-masing.
"Masyarakat diharapkan ikut berperan dalam menjaga wilayahnya, segera menyampaikan informasi apabila menemukan adanya titik api, agar penanganan segera dilakukan," ujarnya.
Laporan cepat dari warga dinilai memperpendek waktu respons tim satgas. Semakin dini titik api terdeteksi, semakin kecil peluang api membesar dan menjangkau kawasan hutan.
Penanganan Berlanjut hingga Api Padam
Hingga kini, operasi pemadaman di lintasan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama masih berjalan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat belum menetapkan kapan status darurat karhutla dicabut.
Warga yang hendak melintasi jalur tersebut diminta memantau informasi terbaru dari BPBD setempat. Prioritas utama saat ini mencegah api masuk lebih dalam ke Hutan Kemasyarakatan Masoraian.