MAGETAN - Insiden kematian anggota TNI yang diduga akibat penganiayaan senior kembali berulang. Serda Ahmad Muzammil Farisa, seorang prajurit TNI Angkatan Udara, tewas dan diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh seniornya di area mes.
Kediaman duka Serda Ahmad Muzammil Farisa yang berlokasi di Magetan, Jawa Timur, terus didatangi para pelayat. Anggota muda TNI AU tersebut mengembuskan napas terakhir di Mes Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Kamis lalu. Dugaan kuat mengarah pada aksi penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa kejelasan mengenai pemicu tewasnya korban masih simpang siur hingga saat ini. Oleh karena itu, pihak keluarga sangat berharap agar perkara yang menimpa putra mereka dapat diselidiki hingga tuntas.
Melalui keterangan tertulis, ditegaskan bahwa penyebab kematian Serda Ahmad akan diselidiki secara menyeluruh, termasuk mengusut indikasi penganiayaan apabila memang terbukti. Anggota yang terbukti melanggar akan ditindak tegas serta diproses sesuai aturan hukum. Segala bentuk pelanggaran hukum tidak akan diberi toleransi, dan seluruh proses pemeriksaan dipastikan berlangsung secara terbuka, adil, serta patuh pada regulasi perundang-undangan.