Penyidikan Suap Rejang Lebong KPK Periksa 2 Anggota DPRD Kota Bengkulu

Penyidikan Suap Rejang Lebong KPK Periksa 2 Anggota DPRD Kota Bengkulu
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.(Sumber:NET)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Kota Bengkulu pada Senin (7/9/2026). Pemanggilan ini dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong serta wilayah lainnya di Provinsi Bengkulu. Dua anggota DPRD yang dipanggil tersebut yakni Rahmad Widodo (RW) dan Herimanto (HRM).

"Hari ini Senin (7/9), Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Sdr. RW dan Sdr. HRM, yang keduanya merupakan anggota DPRD Kota Bengkulu," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Materi pemeriksaan untuk kedua saksi tersebut belum diungkapkan ke publik. Juru Bicara KPK hanya menyampaikan bahwa proses pemeriksaan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK. Sebelumnya, lembaga antirasuah ini memang mengembangkan penyidikan kasus suap di Kabupaten Rejang Lebong ke dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satu proyek yang tengah didalami penyidik berkaitan dengan pengelolaan limbah kesehatan.

Pengembangan perkara ini berawal dari temuan keterlibatan pihak swasta yang sebelumnya juga terhubung dengan proyek-proyek di Kabupaten Rejang Lebong.

"Iya itu pengembangan perkara suap Rejang Lebong, bahwa ada dari pihak swasta (pemberi) selain proyek di Rejang Lebong yang bersangkutan juga ada proyek di Kota Bengkulu. Jadi tim sedang pengembangan terus ya, nanti tunggu perkembangan seperti apa," kata Taufik, Selasa, 28 Juli 2026.

Plt. Direktur Penyidikan KPK membenarkan bahwa pengembangan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan limbah kesehatan. Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa tim penyidik hingga saat ini masih terus bekerja untuk mengumpulkan alat bukti.

"Salah satunya ya, nanti secepatnya kami update ya karena tim kan sedang bekerja," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index