BERITAKINI.CO.ID — Bournemouth harus puas berbagi angka dengan Everton pada lanjutan Premier League yang berlangsung di Vitality Stadium. Unggul lebih dulu, The Cherries kehilangan dua poin penting setelah gawang mereka kebobolan di menit akhir, memicu kekesalan pelatih Marco Rose.
Gol Penyeimbang di Menit Akhir yang Bikin Gregetan
Pertandingan berjalan ketat sejak awal, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Bournemouth berhasil memecah kebuntuan lebih dulu dan sempat mengontrol jalannya laga. Namun, petaka datang di masa injury time ketika pertahanan tuan rumah lengah.
Kecerobohan fatal inilah yang membuat Rose geram. Ia menyebut proses gol tersebut sebagai "slapstick", istilah yang merujuk pada aksi konyol yang biasanya ada di film bisu.
Komentar Pedas Marco Rose soal Pertahanan Timnya
Manajer asal Jerman itu tidak menahan diri mengkritik anak asuhnya. Ia menilai gol tersebut seharusnya bisa dihindari dengan mudah, dan kegagalan mengamankan bola menjadi kesalahan yang sangat mahal.
"Saya pikir itu adalah gol yang slapstick untuk bisa kami terima," ujar Rose dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari laporan resmi klub. "Kami seharusnya bisa menyelesaikan situasi itu dengan lebih baik. Kehilangan dua poin dengan cara seperti ini sangat menyakitkan."
Dampak Hasil Imbang bagi Posisi Klasemen
Hasil imbang ini menghentikan momentum positif Bournemouth yang sebelumnya tampil meyakinkan di kandang. Tambahan satu poin membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen sementara Premier League, sementara Everton membawa pulang satu poin berharga dari laga tandang.
Bagi Bournemouth, laga ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsentrasi penuh hingga peluit akhir berbunyi. Sementara itu, Everton akan merasa puas dengan perjuangan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan satu poin di kandang lawan.