Polisi Periksa Saksi Kericuhan Pejompongan, Korban Qori Berprestasi Alami Luka di Kepala

Polisi Periksa Saksi Kericuhan Pejompongan, Korban Qori Berprestasi Alami Luka di Kepala

BERITAKINI.CO.ID — Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (29/8/2026) itu bermula dari aksi saling serang antar kelompok pelajar. Faturohman, siswa kelas XII MA Jamiat Kheir, menjadi korban penganiayaan di tengah kekacauan yang juga merenggut nyawa satu orang lainnya.

Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat

Faturohman dilarikan ke RSUD Tarakan oleh warga sekitar pukul 16.30 WIB. Ia mengalami luka robek di bagian kepala dan memar di lengan kanan akibat serangan benda tumpul.

Juru bicara keluarga korban, Ahmad Fahmi, yang juga guru agama di sekolah Faturohman, mendampingi proses perawatan. "Kondisinya mulai membaik, namun masih mengeluh pusing hebat. Dokter menyarankan observasi 2x24 jam," ujarnya di rumah sakit, Sabtu malam.

Keseharian Fatur: Aktif MTQ dan Belajar Jadi Konten Kreator

Fahmi menjelaskan, Fatur bukan pelajar biasa. Sebelum menempuh pendidikan di MA Jamiat Kheir, ia adalah alumni Pondok Pesantren Darun Najah yang dikenal memiliki suara emas dalam tilawah Al Quran.

"Beliau alumni dari Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darun Najah yang suaranya bagus, Qori, suka ikut lomba MTQ juga suaranya bagus multitalenta juga belajar editor, sedikit belajar konten kreator cita-citanya dia juga selain Qori dia pengen jadi konten kreator juga," kata Fahmi.

Di sela kesibukannya sebagai qori, Fatur mengasah keterampilan mengedit video. Ia bercita-cita menjadi konten kreator yang mengangkat tema keagamaan dan pendidikan.

Keluarga Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Keluarga besar Faturohman memilih tidak melakukan mediasi dengan pihak pelaku. Mereka menuntut proses hukum berjalan transparan dan pelaku dihukum setimpal.

"Kami tidak mau ada perdamaian. Ini menyangkut nyawa dan masa depan anak kami. Polisi harus mengusut tuntas siapa saja yang terlibat," tegas Fahmi mewakili keluarga.

Hingga Minggu (30/8/2026), Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan tujuh orang terduga pelaku. Barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan stik golf turut disita dari lokasi kejadian.

Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Kantongi Identitas DPO

Penyidik tengah menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar Jalan Pejompongan Raya untuk mengidentifikasi pelaku lain yang masih buron. Sejumlah orang tua korban dan saksi mata telah dimintai keterangan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan pihaknya akan menindak tegas aksi kekerasan jalanan yang meresahkan warga. "Kami akan kejar sampai tuntas. Tidak ada toleransi untuk pelaku kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa," ujarnya dalam keterangan resmi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index