SURABAYA - Program makan bergizi gratis yang dijalankan pemerintah di berbagai daerah dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan. Pemenuhan gizi peserta didik dinilai tidak akan optimal apabila tidak didukung lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Kebijakan tata kelola pendidikan perlu diperkuat secara menyeluruh. Peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan satu program saja, tetapi harus mencakup berbagai aspek yang mendukung seluruh proses belajar siswa secara berkelanjutan.
Terdapat ketimpangan dalam kebijakan pendidikan ketika distribusi anggaran lebih banyak diarahkan pada program yang menjadi prioritas pemerintah, sementara persoalan infrastruktur sekolah belum mendapat perhatian yang proporsional.
“Potret tersebut menggambarkan anomali atau ketimpangan yang sistemik. Pemerintah hanya berfokus pada satu program, tetapi belum melihat persoalan pendidikan yang lebih besar, terutama terkait infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya sosial yang menunjang proses belajar,” kata Rafi Aufa, Rabu (19/8/2026).
Kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pendidikan tidak berjalan secara parsial. Program pemenuhan gizi melalui makan bergizi gratis perlu diikuti dengan penyediaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa secara utuh.
Pemenuhan gizi dan ketersediaan fasilitas pendidikan merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal di sekolah.
Siswa yang memperoleh asupan gizi yang baik tetap membutuhkan dukungan lingkungan belajar yang memadai agar dapat berkembang secara maksimal. Sebaliknya, fasilitas sekolah yang kurang layak dapat mengurangi kualitas pengalaman belajar siswa.
Kondisi lingkungan sekolah yang tidak mendukung juga berpotensi memengaruhi psikologis siswa. Dalam jangka panjang, situasi tersebut dapat berdampak langsung pada motivasi dan hasil belajar.
“Anak yang sehat secara fisik dan didukung lingkungan belajar yang kondusif akan lebih mudah mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Sebaliknya, ketika lingkungan belajarnya tidak mendukung, tujuan pendidikan sulit tercapai secara optimal,” jelasnya.
Oleh karena itu, pelaksanaan makan bergizi gratis perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas. Pemenuhan kebutuhan dasar siswa harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas ruang belajar, fasilitas sekolah, tenaga pendidik, hingga substansi pembelajaran.
Pemerataan kualitas pendidikan pada akhirnya bukan sekadar persoalan pembangunan fasilitas sekolah atau pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.