Edukasi Literasi Keuangan Digital, Masjid Bentengi Warga dari Penipuan

Edukasi Literasi Keuangan Digital, Masjid Bentengi Warga dari Penipuan
Ilustrasi Kegiatan Penyuluhan Edukasi Penipuan Digital di Era Modern.(Sumber:NET)

BANYUMAS – Pesatnya perkembangan teknologi keuangan memberikan kemudahan bagi publik saat bertransaksi.Meski demikian, kemudahan tersebut diiringi pula dengan ancaman penipuan online yang semakin beraneka ragam.

Masyarakat yang memiliki tingkat literasi digital terbatas menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terjerat penipuan.Fenomena ini menggerakkan tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Universitas Jenderal Soedirman untuk menggelar edukasi literasi keuangan digital bagi jamaah Masjid Baitul Muslim, Dusun Timbang, Desa Kebanggan, Kabupaten Banyumas.

Agenda tersebut tidak sekadar memaparkan materi keamanan transaksi digital, tetapi turut memanfaatkan simulasi guna memperkenal jenis-jenis modus penipuan online.Para jamaah dilatih memetakan tanda-tanda penipuan agar lebih waspada saat mendapati pesan, pranala, maupun tawaran transaksi yang tampak mencurigakan.

Pelaksanaan agenda ini membuahkan hasil berupa peningkatan pemahaman jamaah.Usai mendapatkan edukasi, mayoritas peserta sanggup mengidentifikasi serta menyebutkan ciri-ciri pokok dari penipuan digital.Hal yang menarik, masjid tidak sekadar difungsikan sebagai sarana beribadah.Masjid pun berpotensi menjadi wadah edukasi warga dalam merespons permasalahan sosial yang hadir seiring kemajuan teknologi.

Pada ranah ini, pemahaman literasi digital tak cuma sebatas kepiawaian mengoperasikan perangkat teknologi.Masyarakat juga dituntut mempunyai kecakapan dalam mendeduksi risiko, memverifikasi kebenaran informasi, melindungi data pribadi, serta mengambil pertimbangan matang sebelum mengeksekusi transaksi digital.

Langkah ini menjadi makin krusial lantaran modus penipuan bertransformasi secara berkelanjutan.

Publik tak cukup sekadar diberi imbauan agar “hati-hati”, melainkan mesti dibekali keterampilan praktis untuk memahami cara kerja sebuah tindak penipuan.Pengalaman di Masjid Baitul Muslim membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas sanggup menjadi formula sederhana untuk memperkuat benteng perlindungan warga di tengah maraknya penggunaan layanan keuangan digital.

Masjid, lewat kedekatannya dengan kehidupan masyarakat, menyimpan potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi penanganan.Di era serba digital, mengayomi jamaah tak sebatas menjaga keamanan ibadah mereka, tetapi juga mendampingi mereka agar tetap selamat sewaktu beraktivitas di ruang digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index