Komplotan Perampok SPBU Wonosobo Gasak Ratusan Juta dan Sekap Pegawai

Komplotan Perampok SPBU Wonosobo Gasak Ratusan Juta dan Sekap Pegawai
Polisi saat melakukan olah TKP perampokan di SPBU Selokromo di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.(Sumber:NET)

WONOSOBO - SPBU Selokromo yang berada di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, disatroni empat orang perampok hingga menelan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.Selain mengikat korban memakai kabel ties, para perampok juga membawa senjata api (senpi) dan menganiaya petugas hingga tak sadarkan diri.

Diketahui, aksi perampokan itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) pukul 23.30 WIB.Tiga terduga pelaku bergegas masuk menuju area kantor, sedangkan satu orang lainnya bersiap di dalam mobil.

Manager SPBU Selokromo, Sapto Yudi, menjelaskan bahwa kala itu dua kawannya yang bekerja sebagai operator dan satpam diikat menggunakan tali kabel ties serta ditutup lakban pada bagian mulut dan mata.Yudi menerangkan, kedua bawahannya disekap dalam keadaan terikat dan tertutup lakban di mata maupun mulut.

Para terduga pelaku turut menjaga kedua korban sembari mengarahkan senpi.

"Terus ditungguin sama pelaku juga, ditodongkan senjata. Ada pakai senjata api, ada senjata tajam juga, Mas. Kalau jumlahnya berapa, saya kurang paham karena yang bersangkutan juga masih dalam proses pemeriksaan," kata Yudi, Selasa (11/8/2026).

Setelah menggasak uang, Yudi menyebutkan, pelaku disinyalir memukul bagian leher salah seorang karyawannya menggunakan senpi hingga pingsan.

"Di proses penyekapan itu setelah ngambil uang mungkin mau keluar. Karena tertutup mata dan mulut itu sempat ditangani pakai mungkin senjata api atau apa, ditotol (dipukul) lehernya, terus pingsan, Mas," terangnya.

Saat ini korban masih menjalani masa pemulihan kondisi psikologis usai melewati kejadian tersebut.Terdapat luka lecet pula di area bibir serta leher.

"Butuh waktu sih untuk istilahnya menstabilkan mentalnya terutama. Kalau luka secara fisik sih ada lecet bekas di leher sama di bibir," terangnya.

Di sisi lain, Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, mengonfirmasi bahwa jajarannya masih mendalami dugaan kepemilikan senpi oleh para terduga pelaku.

"Betul," kata Nanang saat ditanya detikJateng apakah polisi masih mendalami kemungkinan pelaku membawa senpi saat beraksi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yudi mengungkapkan bahwa saat itu para pelaku yang menggunakan mobil langsung melaju ke kantor SPBU pada Minggu (9/8) jam 23.30 WIB.Di area kantor, terdapat dua karyawan yang mana salah satunya bertugas sebagai petugas keamanan.

"Empat orang (pelaku), satu di mobil, tiga orang masuk ke kantor," kata Yudi, Selasa (11/8).

SPBU Selokromo sendiri beroperasi selama 24 jam.Di lokasi tersebut sebetulnya tersedia area istirahat, namun jaraknya agak berjauhan dari kantor yakni sekitar 40 hingga 50 meter.

"Kalau area SPBU kan kami ada rest area kopi 24 jam. Otomatis di lingkungan kalau keramaian ada, Mas. Cuman kan posisi kopi ini dengan kantor kan lumayan ada jarak sekitar 40-50 meter, Mas," jelasnya.

Yudi menduga para pelaku telah memantau situasi dan kondisi di SPBU tersebut.Ia mengatakan bahwa proses perampokan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.

"Mungkin sudah dipelajari ya, ada satu pengawas, satu security, operator (pompa bensin) lagi sibuk melayani. Nah, ini dimanfaatkan situasi itu karena cepat prosesnya, Mas," ungkapnya.

"Langsung kantor. Kan biasa kalau untuk kegiatan di kantor kan memang kami ada penjualan pelumas ya. Orang mengira karyawan itu lagi ada orang beli pelumas, Mas," lanjutnya.

Dua orang karyawan di dalam kantor langsung diikat menggunakan kabel ties.Sementara itu, area mata serta mulut mereka ditutup rapat menggunakan lakban.

"Cuman di waktu yang cepat itu kan posisi pengawas sudah disekap, diborgol pakai kabel ties itu. Security juga, terus dilakban juga kan mulut, mata. Kalau yang security kaki yang diborgol kabel ties," terangnya.

Para perampok menggasak uang hasil penjualan BBM, perangkat DVR CCTV, hingga hardisk.Mereka bergegas melarikan diri usai melancarkan aksi kejahatan tersebut.

"Kerugian materi setoran penjualan BBM dan perangkat cctv DVR dan hardisk. Kalau nilainya ratusan juta," katanya.

"Setelah pelaku kabur, ada satu teman operator yang ke kantor, 'kok mobil keluar dengan kecepatan tinggi'. Begitu masuk ruangan, kaget ternyata memang sudah dalam posisi dilakban, pakai kabel ties borgol itu," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index