Pipa Minyak Pertamina di Jambi Dibobol, Polisi Lakukan Pengejaran

Pipa Minyak Pertamina di Jambi Dibobol, Polisi Lakukan Pengejaran
Petugas Pertamina memperbaiki pipa minyak yang dicuri melalui illegal tipping di Jambi.(Sumber:NET)

JAMBI - Tim Kepolisian Resor (Polres) Jambi sedang melacak keberadaan pelaku pencurian minyak yang menggunakan metode illegal tapping pada saluran pipa Pertamina di area Jalan Lintas Sumatera.

Tindakan kriminal ini disinyalir telah terjadi berulangkali serta membawa ancaman bahaya yang teramat besar bagi keselamatan warga maupun kelestarian alam di sekitarnya.

Kapolsek Kota Baru Helrawaty Siregar menyampaikan bahwa aksi pengeboran pipa minyak secara ilegal tersebut bukan cuma mendatangkan kerugian bagi negara, melainkan sanggup memicu timbulnya bencana.

"Aksi pencurian dengan mengebor pipa minyak tersebut diduga sudah berlangsung berulang kali dan berpotensi menimbulkan bahaya besar, seperti kebakaran dan pencemaran lingkungan," kata Helrawaty di Jambi, Senin (3/8/2026).

Awal mula pembongkaran kasus ini diawali dari aduan warga beserta pihak Pertamina yang diterima Polsek Kota Baru.

Pada aduan tersebut dilaporkan mengenai munculnya ceceran minyak di dalam saluran air, yang selanjutnya mengarah pada indikasi adanya penyedotan minyak ilegal dari pipa melalui teknik tapping.

Merespons laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim Pertamina segera meluncur ke tempat kejadian guna menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Melalui hasil pemeriksaan awal, dijumpai petunjuk kuat mengenai adanya aktivitas perusakan dan pembobolan pipa minyak.

Mengacu pada keterangan dari warga sekitar, kelompok pelaku ditengarai menyewa sebuah kios di tepi Jalan Lintas Sumatera, lebih tepatnya di Jalan Surya Darma, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, sebagai tempat menyembunyikan aksi mereka.

Kendati identitas terduga pelaku telah teridentifikasi, prosedur penindakan hukum masih terhambat urusan administratif.Hambatan tersebut disebabkan belum masuknya laporan kepolisian secara resmi dari pihak Pertamina.

"Karena belum ada laporan resmi dari pihak Pertamina maka polisi belum bisa mengejar pelaku yang identitas nya sudah diketahui," ujarnya.

Kendati demikian, aparat memastikan penyelidikan perkara bakal terus digulirkan dan koordinasi bersama instansi terkait intens dilakukan demi mempercepat penyelesaian kasus ini.

Di lain pihak, Pertamina langsung bertindak cepat dengan menyumbat titik pipa yang dibobol demi mencegah tumpahan minyak yang semakin parah.

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari Pertamina Jambi ke kepolisian. Namun polisi mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku dan masih melakukan pengejaran," kata Kompol Helrawaty Siregar.

Aksi illegal tapping atau pencurian minyak lewat pengeboran pipa membawa dampak yang teramat berat, baik dari segi keamanan jiwa maupun ekosistem.

Selain sanggup memicu ledakan kebakaran, kebocoran minyak juga berisiko tinggi mencemari lapisan tanah serta sumber air di lingkungan sekitarnya.

"Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar pipa migas. Perbuatan ini tidak hanya merugikan negara, tapi juga sangat berbahaya," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index