JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Universitas Indonesia menggelar Program Kepala Desa Masuk Kampus untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, dan pengembangan potensi desa.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan hal itu saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).
Tito berharap program tersebut dapat memperluas wawasan kepala desa, terutama dalam bidang manajemen, kepemimpinan, inovasi, dan kewirausahaan agar mampu mengelola potensi desa secara optimal. “Saya berharap dengan masuk kampus seperti ini dapat membuka wawasan rekan-rekan kepala desa agar lebih inovatif, kreatif, memahami dasar-dasar manajemen, serta memiliki kemampuan memimpin sebagai pemimpin formal,” katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Tito, berbagai kebijakan pemerintah seperti Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pembentukan kementerian yang menangani urusan desa, dan penyaluran Dana Desa telah mendorong lahirnya banyak desa maju dan mandiri. Ia mengatakan berbagai infrastruktur telah dibangun, sementara sejumlah desa mampu meningkatkan pendapatan melalui pengembangan potensi lokal.
Meski demikian, Tito mengingatkan masih terdapat tantangan dalam tata kelola pemerintahan desa, termasuk kepala desa yang tersandung persoalan hukum akibat lemahnya pengelolaan administrasi dan keuangan desa. “Problem nomor satu adalah persoalan integritas,” ujarnya.
Menurut dia, kepala desa berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam dan tidak semuanya memiliki pengalaman di bidang birokrasi pemerintahan. Padahal, lanjut Tito, kepala desa harus memahami administrasi pemerintahan, penyusunan APBDes, pengelolaan keuangan negara, hingga kepemimpinan organisasi.
Karena itu, ia menegaskan kepala desa perlu terus meningkatkan kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial agar mampu mengelola pemerintahan desa secara profesional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program tersebut dihadiri antara lain Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, civitas akademika UI, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, serta sejumlah pejabat terkait.