GAPKI dan Industri Minyak Rusia Teken MoU, BPDP Pastikan Dukungan Penuh

GAPKI dan Industri Minyak Rusia Teken MoU, BPDP Pastikan Dukungan Penuh
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi produk sawit Indonesia di Rusia dan EAEU. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat kemitraan sektor sawit antara Indonesia dan Rusia.

Penguatan kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Kamis (9/7/2026).

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Pangihutan Siagian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang pasar lebih besar bagi produk sawit Indonesia. 

“BPDP menyambut baik terjalinnya kerja sama ini sebagai upaya memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Menurut Pangihutan, kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra Rusia diharapkan meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama saling menguntungkan.

Sebelumnya, MoU ditandatangani Ketua Umum GAPKI Eddy Martono bersama perwakilan organisasi industri minyak dan lemak Rusia, disaksikan Pangihutan Siagian serta Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares.

MoU tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pertukaran informasi, promosi perdagangan, peningkatan kapasitas, pengembangan standar industri, hingga perluasan akses pasar produk sawit Indonesia di Rusia maupun negara anggota EAEU. “Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku industri sawit Indonesia dengan mitra di Rusia dan kawasan Eurasia,” kata Pangihutan.

Momentum ini diharapkan membuka peluang peningkatan perdagangan komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya. Pangihutan menambahkan bahwa BPDP sebelumnya juga berpartisipasi sebagai Co-Exhibitor pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, 6–9 Juli 2026.

Partisipasi BPDP di INNOPROM dan dukungan terhadap penandatanganan MoU menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring global, memperkuat diplomasi ekonomi, serta membuka pasar baru bagi produk sawit Indonesia berkelanjutan.

Sementara itu, Dubes RI Jose Tavares berharap MoU dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberi manfaat bagi seluruh pihak dan berkontribusi pada peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dengan Rusia maupun negara anggota EAEU. Ia juga menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index