BERITAKINI.CO.ID — Enam siswa tewas dan 17 orang lainnya mengalami luka serius dalam penembakan di sebuah sekolah menengah atas di Kota Banga, Provinsi Cotabato Selatan, Filipina. Jumlah korban bertambah setelah otoritas setempat memperbarui laporan terkini. Departemen Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Filipina menyatakan tengah memberikan dukungan dan bantuan kepada anak-anak serta keluarga korban.
Otoritas setempat menyampaikan pembaruan data korban melalui pernyataan resmi. Lembaga kesejahteraan sosial itu juga menyatakan telah mengerahkan dukungan bagi para korban dan keluarga yang terdampak.
Lokasi dan Kronologi Insiden
Penembakan berlangsung di lingkungan sekolah menengah atas yang berada di Kota Banga, wilayah Provinsi Cotabato Selatan. Kawasan tersebut terletak di bagian selatan Filipina yang dalam beberapa waktu terakhir tercatat beberapa kali mengalami insiden serupa.
Media setempat sebelumnya melaporkan bahwa tersangka pelaku turut tewas dalam peristiwa itu. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai motif di balik aksi tersebut.
Dukungan bagi Korban dan Keluarga
Departemen Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Filipina menegaskan pihaknya memberikan pendampingan kepada anak-anak yang selamat maupun keluarga korban. "Berdasarkan laporan terkini, enam siswa tewas dan 17 orang mengalami luka serius," demikian pernyataan otoritas setempat.
Langkah pemulihan bagi siswa yang terdampak secara psikologis menjadi perhatian lembaga tersebut. Sekolah-sekolah di kawasan itu diminta meningkatkan pengawasan menyusul kejadian tersebut.
Riwayat Kekerasan Senjata di Sekolah Filipina Selatan
Insiden terbaru ini menambah daftar kekerasan bersenjata di lingkungan pendidikan Filipina bagian selatan. Pada Agustus sebelumnya, aksi penembakan di salah satu sekolah di wilayah yang sama menewaskan empat orang.
Pola berulang tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengamanan sekolah dan pengawasan kepemilikan senjata di kawasan itu. Pemerintah daerah belum mengumumkan langkah khusus sebagai respons atas kejadian terakhir.
Respons Otoritas dan Tindak Lanjut
Hingga laporan ini disusun, kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan tidak ada korban tambahan. Identitas para korban dan pelaku belum diungkap secara rinci oleh otoritas.
Departemen kesejahteraan sosial menyatakan akan terus menyalurkan bantuan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Proses pemulihan sekolah dijadwalkan berlangsung bertahap setelah penyelidikan selesai.