JAKARTA - Open Source Professional Xpert (OSPX), entitas induk yang memegang kekayaan intelektual Grup Equnix, resmi meluncurkan Caraka platform di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Sistem operasi turunan Linux ini dibangun, di-hardening, dan di-compile secara khusus untuk menjalankan sistem produksi bermisi kritis, berkinerja tinggi, serta memiliki tingkat keamanan maksimal.
Infrastruktur bermisi kritis merujuk pada aset, sistem, jaringan, maupun fasilitas fisik dan digital yang sangat menentukan keberlangsungan operasional organisasi, industri, atau negara. Kegagalan pada infrastruktur semacam ini dapat berdampak serius terhadap layanan, keamanan, hingga stabilitas bisnis.
Caraka platform menjadi fondasi bagi seluruh sistem yang dikembangkan dan dikelola oleh Equnix, termasuk EqunixAppliance TM, serta menjadi dasar bagi layanan cloud yang akan datang. Distro Linux yang beredar di pasaran umumnya bersifat general-purpose. Meski dapat digunakan untuk beragam kebutuhan, sistem tersebut masih memerlukan proses hardening, konfigurasi keamanan, dan pemeliharaan manual yang panjang sebelum layak digunakan pada sistem produksi berisiko tinggi.
Caraka platform dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Platform ini hadir dengan keamanan, autentikasi, dan manajemen kunci yang telah terpasang sejak instalasi pertama, sehingga tim IT tidak perlu membangun lapisan keamanan dari nol.
Berbeda dari kebanyakan distro komersial yang mewarisi tumpukan dependensi dari banyak pihak ketiga, kernel Caraka platform diambil langsung dari kernel.org, sumber resmi kernel Linux. Kernel tersebut kemudian di-hardening dan dirawat langsung oleh tim OSPX. Pendekatan ini diklaim membuat rantai pasok perangkat lunak lebih ramping dan lebih mudah diaudit.
“Caraka|platform sudah kami rancang sejak lama, sejak ide awal menghadirkan PostgreSQL untuk kebutuhan bisnis Indonesia. Semakin ke sini, semakin jelas alasan kenapa sistem operasi ini harus ada: sistem operasi sebagai landasan utama keamanan dan kestabilan sistem, dan hanya dengan memiliki sepenuhnya di bawah kendali kami sendiri, kedaulatan komputasi benar-benar bisa dicapai,” ujar Julyanto Sutandang, CEO OSPX.
Platform tersebut bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, keamanan berlapis sejak awal. Sistem ini di-hardening secara end-to-end dan dilengkapi autentikasi dua faktor bawaan bernama Caraka SyncOTP, yang dibangun di atas Caraka Mobile dan telah digunakan tim internal Equnix untuk mengamankan akses produksi sejak tahun lalu.
Manajemen kunci privat ditangani oleh Ksema, sistem key management system (KMS) yang diperkuat dengan hardware security module (HSM), serta dikonfigurasi langsung melalui tools sysadm bawaan sistem operasi. Folder terenkripsi yang dikunci Ksema hanya dapat dibuka dengan kunci privat yang tersimpan di HSM. Kunci tersebut juga di-backup secara berkala, baik secara daring maupun luring.
Kedua, operabilitas dan kemudahan pemeliharaan. Caraka platform dirancang dengan proses instalasi yang mudah, siklus pembaruan yang terkontrol, kemampuan backup dan restore data maupun konfigurasi secara native, serta dukungan high availability (HA) untuk menjaga sistem tetap tersedia saat beban kerja meningkat.
Ketiga, skalabilitas siap pakai. Platform ini telah dilengkapi load balancer, web application firewall (WAF), reverse proxy, dan firewall yang terintegrasi sejak awal. Dengan kelengkapan tersebut, Caraka platform disiapkan untuk menangani trafik API berskala besar tanpa perlu menambahkan komponen infrastruktur terpisah.