SYDNEY - Kepolisian Australia tengah melancarkan perburuan terhadap komplotan pencuri yang nekat menggasak ratusan ribu ekor kerang tiram senilai ratusan ribu dollar.
Kepolisian New South Wales mengonfirmasi bahwa moluska yang hilang tersebut memiliki perkiraan nilai total mencapai 350.000 dollar Australia (sekitar Rp 4,4 miliar).
Ratusan ribu tiram tersebut diangkut paksa dari sebuah peternakan tiram yang berlokasi di dekat Kota Taree, sebelah utara Sydney.
Dalam aksi kejahatan ini, para pelaku menggasak lebih dari 300 kantong yang berisi sekitar 400.000 ekor tiram. Kepolisian setempat mengimbau masyarakat untuk melapor jika memiliki informasi terkait insiden pencurian tersebut.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa aksi pencurian tiram ini diperkirakan terjadi pada awal tahun ini, tetapi baru dilaporkan secara resmi pada Selasa (25/8/2026).
Hidangan tiram sendiri merupakan makanan pokok dalam menu brunch serta prasmanan makanan laut (seafood buffet) di seluruh Australia. Varietas lokal negara ini sangat terkenal dengan cita rasanya yang kaya dan gurih (creamy).
Peternak tiram yang menjadi korban pencurian, Ryan Freeman, mengonfirmasi bahwa dirinya telah kehilangan sekitar sepertiga dari total stok tiram miliknya. "Kami biasanya menghabiskan sekitar 35.000 hingga 40.000 lusin tiram pada saat musim Natal," ujar Ryan Freeman.
"Itulah alasan mengapa para pencuri menargetkan tiram-tiram tersebut, karena waktunya sudah dekat dan mereka akan dapat menjualnya pada Natal tahun ini," kata Freeman menambahkan.
Freeman juga menegaskan dampak besar dari aksi kriminal tersebut terhadap keberlangsungan usahanya. "Ini akan memberikan dampak yang sangat masif," tutur Freeman. Hal ini lantaran untuk membudiyakannya lagi, butuh waktu sekitar 3-4 tahun sebelum dipanen. Jadi tak akan bisa untuk mencukupi permintaan pasar pada Natal tahun ini.
"Saya tahu semua orang sedang terhimpit ekonomi saat ini, tapi mengambil hak orang lain tak akan membantu apapun. Justru akan membuat pihak lain semakin terhimpit," pungkasnya.