JAKARTA - Nvidia memperluas portofolio investasinya ke berbagai sektor teknologi, termasuk jaringan optik, telekomunikasi, perangkat lunak desain, dan infrastruktur cloud.
Tahun lalu, perusahaan ini mengalokasikan USD 5 miliar untuk membeli saham Intel, yang kini nilainya melonjak menjadi USD 24,9 miliar. Kerja sama ini mencakup pengembangan system-on-chip Intel x86 RTX serta prosesor x86 untuk pusat data.
Selain itu, kepemilikan saham di SpaceX kini bernilai USD 20,9 miliar, yang sejalan dengan rencana penggunaan perangkat keras pada pusat data AI di Bumi dan orbit oleh xAI selaku afiliasi SpaceX.
Meski melepas seluruh 1,1 juta saham Arm senilai USD 178 juta, pengembangan CPU berbasis arsitektur Arm diyakini masih terus berlanjut.
Pengucuran dana senilai USD 2 miliar juga dialokasikan kepada Coherent guna mendukung komponen optik yang mempercepat transfer data antar prosesor di pusat data.
Pada sektor telekomunikasi, dana sebesar USD 1 miliar dikucurkan ke Nokia untuk pengembangan jaringan AI-RAN dan konektivitas 6G, dengan nilai saham yang saat ini mencapai USD 2,2 miliar. Penanaman modal senilai USD 2 miliar pada pembuat software Synopsys pun meningkat menjadi USD 2,15 miliar.
Portofolio pada penyedia cloud turut mengalami peningkatan, terutama di CoreWeave yang sahamnya bertambah dari 24,2 juta lembar senilai USD 3,9 miliar menjadi 47,2 juta lembar senilai USD 4,6 miliar. Sementara itu, kepemilikan saham di Nebius merambat naik dari USD 65,8 juta menjadi USD 328,7 juta.
Kondisi keuangan yang kuat didukung oleh pendapatan kuartalan sekitar USD 80 miliar serta laba bersih yang menyentuh hampir USD 60 miliar. Pencapaian ini memungkinkan dukungan penuh terhadap pengembangan teknologi masa depan untuk infrastruktur AI global.