Kemitraan Sawit Indonesia-Rusia Diperkuat, BPDP Sebut Momentum Strategis

Kemitraan Sawit Indonesia-Rusia Diperkuat, BPDP Sebut Momentum Strategis
Penandatanganan MoU kemitraan sawit Indonesia-Rusia di KBRI Moskow merupakan upaya untuk perluas akses pasar.(sumber foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan menyatakan dukungan terhadap penguatan kemitraan sawit Indonesia dengan Rusia. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara GAPKI dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union di KBRI Moskow.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Pangihutan Siagian menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang pasar lebih besar bagi produk sawit Indonesia. “BPDP menyambut baik terjalinnya kerja sama ini sebagai upaya memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar global,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

MoU tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan kerja sama, mulai dari pertukaran informasi, promosi perdagangan, peningkatan kapasitas, pengembangan standar industri, hingga perluasan akses pasar sawit Indonesia di Rusia dan negara anggota EAEU.

Pangihutan menegaskan kolaborasi ini dapat memperkuat promosi serta membuka peluang kerja sama saling menguntungkan. Ia menambahkan BPDP sebelumnya juga berpartisipasi sebagai Co-Exhibitor pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring global dan diplomasi ekonomi.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Tavares, berharap MoU dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberi manfaat bagi seluruh pihak. Ia menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk terus mendukung inisiatif yang memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Rusia maupun negara anggota EAEU.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index