Kesaksian Penonton Saat Konser Denny Caknan di Surabaya Berujung Ricuh

Kesaksian Penonton Saat Konser Denny Caknan di Surabaya Berujung Ricuh
Ilustrasi ricuh di konser deny caknan (FOTO: NET)

SURABAYA - Salah satu pengunjung bernama Nia (22), penduduk dari Kecamatan Tegalsari, menceritakan pengalamannya terkait keributan yang terjadi ketika konser Denny Caknan berlangsung dalam acara soft launching Creatif Hub Surabaya Expo Center (SUBEC), Minggu (5/7/2026).

Nia menjelaskan bahwa pintu masuk utama sudah dikunci rapat ketika dirinya baru saja sampai di tempat pergelaran.

Pihak keamanan berdalih bahwa daya tampung kawasan lapangan telah mencapai batas maksimal. “Situasi awalnya kami kurang paham karena baru sampai gerbang sudah ditutup. Tidak boleh masuk katanya kapasitas pengunjung sudah penuh,” kata Nia, saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Walaupun pihak panitia mengimbau warga yang tertahan di luar untuk segera pergi dari lokasi, para penonton merasa dongkol dan tetap nekat merangsek ke arah pintu gerbang.

Nia beserta teman-temannya pada akhirnya memutuskan untuk menyaksikan pertunjukan dari tempat parkir Hi Tech Mall Surabaya sebab kondisi massa di lokasi sudah terlampau berjejal. “Awalnya terjadi cekcok antara petugas dan pengunjung, mungkin pengunjung sudah merasa kesal, effort (usaha) ke sana (konser Denny Caknan) malah disuruh pulang,” ujarnya. 

“Dan yang bikin orang-orang kesal lagi, kalau memang sudah full kapasitas kenapa enggak ditutup parkirannya? Orang-orang mikirnya masih ada harapan buat melihat konser itu,” tambahnya.

Kondisi tidak kondusif mencapai puncaknya berkisar pada pukul 19.30 WIB tatkala kumpulan massa terus merangsek maju hingga membuat pagar pembatas roboh.

Nia melihat secara langsung beberapa orang penonton yang kolaps dan pingsan di tengah-tengah himpitan kerumunan. “Korban banyak yang ditangani, bahkan di tengah gerombolan itu ada yang pingsan. Ada yang minta tolong tapi petugas tidak tahu, akhirnya kami dan orang di sekitar bantu teriak,” jelasnya.

Nia tidak melulu menyalahkan pihak keamanan terkait tindakan penguncian pintu gerbang, akan tetapi dirinya amat menyesalkan munculnya rasa kecewa dari para penonton yang telah berjuang keras untuk datang. 

“Kami harap pemerintah yang bertanggung jawab atas event ini bisa dievaluasi lagi, tahun sebelumnya tidak seperti ini. Jika memang tahu bakal membeludak setidaknya atur strategi,” katanya.

Dirinya memberikan masukan supaya pihak penyelenggara menyiapkan fasilitas videotron atau layar lebar di luar stadion agar antusiasme masyarakat untuk menonton konser tetap bisa difasilitasi.

Pada kesempatan terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi, membenarkan informasi bahwa terdapat 21 korban yang menderita luka-luka akibat dari insiden keributan tersebut. “Sebanyak 21 orang termasuk, satu Bhabinsa (luka). Dirujuk ke RS Soewandhie 12 orang, dipulangkan satu dan sembuh di lokasi ada delapan,” ujar Hadi, Senin (6/7/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index