JAKARTA - LOSC Lille, klub yang diperkuat oleh bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk, sukses mengamankan posisi di Liga Champions musim depan.
Kepastian tersebut diperoleh kendati mereka dipaksa menyerah dengan skor 0-2 saat menjamu Auxerre pada laga pamungkas Liga Prancis (Ligue 1) 2025/2026, Senin dini hari WIB.
Dalam laga yang berlangsung di markas Lille, Stadion Pierre-Mauroy, tim tamu Auxerre mampu melesakkan dua gol yang semuanya diborong oleh Lassine Sinayoko pada menit ke-32 dan 90.
Meski kehilangan poin pada pertandingan terakhir, skuad asuhan Bruno Genesio ini tetap menyudahi musim kompetisi di posisi tiga besar klasemen akhir Ligue 1 2025/2026.
Lille menutup kompetisi di peringkat ketiga dengan mengemas total 61 poin, hasil yang membuat mereka berhak mengantongi tiket lolos langsung ke fase grup Liga Champions 2026/2027.
Posisi aman tersebut didapatkan seiring kekalahan telak pesaing terdekat mereka, Lyon, yang ditumbangkan 0-4 oleh RC Lens di laga lainnya. Imbasnya, Lyon tertahan di urutan keempat dengan 60 poin dan mesti berjuang lewat babak kualifikasi demi bisa berlaga di Liga Champions.
Bagi Auxerre, tambahan tiga angka dari kandang Lille memastikan posisi mereka aman dari ancaman degradasi. Mereka menyelesaikan kompetisi di peringkat ke-15 dengan torehan 34 poin.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Lille segera melancarkan skema menekan sejak peluit pertama berbunyi. Walau begitu, Auxerre yang mengusung target bertahan di kasta utama bermain dengan sangat disiplin serta efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gawang Lille sejatinya sempat bobol pada menit ke-23 melalui sepakan Sinaly Diomande. Akan tetapi, seusai ditinjau lewat VAR, wasit membatalkan gol itu lantaran terdeteksi adanya pelanggaran dalam proses membangun serangan.
Kebuntuan baru terpecah pada menit ke-32. Lassine Sinayoko berhasil menggetarkan jala gawang yang dijaga Berke Ozer sekaligus membawa Auxerre unggul 1-0 hingga turun minum.
Melangkah ke paruh kedua, tim pelatih Lille memainkan bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, guna memperkokoh sektor pertahanan sekaligus menambah variasi serangan. Sayangnya, rotasi ini belum mampu mendongkrak performa tim tuan rumah.
Lille terus menggempur lini pertahanan lawan demi menyamakan skor, tetapi kokohnya tembok belakang Auxerre membuat setiap peluang yang lahir selalu berujung kandas.
Asyik menekan di sisa waktu laga membuat lini pertahanan Lille menjadi longgar. Kondisi ini dimanfaatkan secara optimal oleh Auxerre yang mengunci keunggulan lewat gol kedua Sinayoko pada menit ke-90.
Laga pun disudahi dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu. Kendati harus mencatatkan kekalahan di kandang sendiri, barisan pemain Lille tetap merayakan keberhasilan mereka melaju ke kompetisi Liga Champions musim depan.