MPR Batalkan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalimantan Barat

MPR Batalkan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalimantan Barat
SMAN 1 Sambas resmi menjadi wakil Provinsi Kalimantan Barat pada ajang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat nasional usai meraih juara tingkat provinsi di Pontianak.(Sumber:NET)

JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi membatalkan rencana final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Langkah ini diambil setelah adanya pernyataan penolakan dari pihak SMAN 1 Pontianak serta SMAN 1 Sambas.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto menjelaskan, kedua sekolah tersebut telah bersepakat bahwa kompetensi ulang tidak perlu dilaksanakan. Selain itu, keputusan pembatalan ini juga telah disetujui oleh seluruh fraksi yang ada di MPR RI.

"Hari ini kami rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kami mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Abraham di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (19/05/2026).

Abraham menambahkan, pihak MPR RI sudah melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas pada pekan lalu. Menurut dia, MPR RI merespons dan menerima permohonan dari kedua sekolah tersebut dengan sangat baik.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menuturkan, siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra, yang sebelumnya sempat menjadi pusat perhatian dalam polemik LCC ini, bakal diangkat menjadi Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.

“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” ujar Abcandra.

Abcandra juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas nama institusi MPR RI terkait kegaduhan LCC yang sempat terjadi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap memberikan dukungan pada penyelenggaraan LCC MPR RI di masa mendatang.

"Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara," tuturnya.

Sebelumnya, MPR RI sempat menetapkan keputusan untuk mengulang kembali babak final LCC Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalbar akibat munculnya polemik terkait kesalahan dalam proses penilaian juri.

Ketegangan itu mencuat saat tiga sekolah menengah atas (SMA) bertanding di babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar yang digelar di Pontianak, yaitu SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Ajang perlombaan tersebut kemudian viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial lantaran terdapat kekeliruan penilaian oleh tim juri pada sesi pertanyaan rebutan.

Pihak peserta sebenarnya sempat melayangkan protes dan keberatan atas keputusan yang diambil dewan juri. Namun, sikap dan respons yang ditunjukkan oleh tim juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. serta Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, justru menuai kritik tajam dari para warganet.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index