Gibran

Gibran Janji Sejahterakan Guru Honorer PPPK Di Kupang NTT

Gibran Janji Sejahterakan Guru Honorer PPPK Di Kupang NTT
Gibran Janji Sejahterakan Guru Honorer PPPK Di Kupang NTT

JAKARTA - Perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik kembali menjadi sorotan pemerintah, terutama bagi guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dalam kunjungan kerja ke daerah, isu ini menjadi salah satu fokus utama, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh Indonesia.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya untuk mencari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan PPPK saat mengunjungi SD Inpres Kaniti di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut dilakukan setelah sekolah tersebut rampung direnovasi oleh pemerintah.

Janji itu disampaikan langsung kepada para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan, meskipun masih menghadapi keterbatasan dari sisi kesejahteraan dan status kepegawaian.

"(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer," kata Wapres Gibran.

Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menekankan bahwa pemerintah berupaya memastikan tidak ada guru yang terdampak kebijakan, termasuk kemungkinan dirumahkan. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah.

"Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT, red.). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan," sambung Gibran.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan tenaga pendidik, terutama di daerah yang masih membutuhkan banyak guru untuk mendukung proses belajar mengajar.

Menurut Gibran, terlepas dari status kepegawaian, seluruh guru memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan mereka harus tetap dijaga dan didukung dengan kebijakan yang berpihak.

Keluhan Sekolah Dan Harapan Tenaga Pendidik

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap perbaikan fasilitas sekolah. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya kondisi bangunan sekolah kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Namun, di balik apresiasi tersebut, ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan dirumahkannya tenaga pendidik, khususnya guru PPPK yang jumlahnya cukup signifikan di sekolah tersebut.

"Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali," kata Kepala Sekolah kepada Wapres Gibran.

Keluhan ini mencerminkan kondisi nyata di lapangan, di mana keberadaan guru sangat menentukan kelangsungan proses pendidikan. Jika jumlah guru berkurang, maka kualitas pembelajaran pun berpotensi menurun.

Revitalisasi Sekolah Dukung Kualitas Pembelajaran

SD Inpres Kaniti merupakan salah satu sekolah yang telah direnovasi oleh pemerintah pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Proses renovasi berlangsung selama 90 hari kerja, dimulai dari 1 Oktober 2025 hingga 29 Desember 2025. Perbaikan mencakup pembangunan dan renovasi 11 ruang kelas lama, penambahan tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, serta satu unit toilet.

Hasil renovasi ini memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kinerja para guru.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau langsung hasil pembangunan dan memastikan bahwa fasilitas yang ada telah dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah.

Motivasi Untuk Siswa Dan Harapan Pendidikan Lebih Baik

Selain berdialog dengan guru, Gibran juga menyempatkan diri untuk memberikan motivasi kepada para siswa. Ia mengajak mereka untuk lebih semangat dalam belajar, terutama dengan kondisi fasilitas sekolah yang kini sudah jauh lebih baik.

"Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret," kata Wapres Gibran kepada para siswa yang didampingi oleh guru-gurunya.

Saat ini, SD Inpres Kaniti memiliki total 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, serta didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan. Jumlah ini menunjukkan pentingnya peran tenaga pendidik dalam menjaga kualitas pembelajaran di sekolah tersebut.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Gibran, setelah sebelumnya ia juga datang pada Mei 2025 untuk menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah. Kehadiran yang berkelanjutan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan pendidikan di daerah.

Melalui kombinasi antara peningkatan fasilitas dan perhatian terhadap kesejahteraan guru, pemerintah berharap kualitas pendidikan dapat terus meningkat. Dukungan terhadap tenaga pendidik menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index