Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI dengan 288 Poin, Jakarta Jadi Tuan Rumah 2027

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI dengan 288 Poin, Jakarta Jadi Tuan Rumah 2027
Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI dengan 288 Poin, Jakarta Jadi Tuan Rumah 2027

BERITAKINI.CO.ID — Kafilah Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum MTQ Nasional XXXI 2026 dengan koleksi 288 poin, mengungguli Jawa Tengah yang mengumpulkan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin. Estafet penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya resmi berpindah ke Jakarta pada 2027, sementara perputaran ekonomi selama ajang di Semarang diperkirakan menembus Rp1,2 triliun.

Kalimantan Timur kembali membawa pulang piala bergilir Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI. Penetapan juara umum diumumkan pada malam penutupan ajang tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan penyelenggaraan MTQ Nasional edisi berikutnya akan berlangsung di Jakarta pada 2027. "Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).

Perolehan Poin Tiga Besar

Kalimantan Timur mengumpulkan 288 poin sepanjang rangkaian perlombaan. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 208 poin, disusul DKI Jakarta yang meraih 129 poin.

Selisih 80 poin antara Kalimantan Timur dan Jawa Tengah menegaskan dominasi kafilah tersebut pada cabang-cabang yang dipertandingkan. DKI Jakarta melengkapi tiga besar klasemen akhir.

Empat Arah Pengembangan MTQ

Nasaruddin menekankan berakhirnya musabaqah bukan berarti selesainya upaya membumikan Al-Qur'an. Menurut dia, nilai-nilai Al-Qur'an justru harus semakin hadir dalam kehidupan nyata setelah panggung kompetisi ditutup.

"Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur'an justru dimulai setelah kemeriahan ini," tuturnya.

Ia memaparkan empat arah pengembangan MTQ ke depan. Pertama, MTQ perlu bertransformasi dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur'an.

Pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer harus berjalan terencana serta berkelanjutan, tidak terputus begitu kompetisi usai.

Kedua, MTQ dituntut semakin inklusif. Pengembangan cabang bagi penyandang disabilitas perlu diiringi perluasan akses terhadap tenaga pengajar.

"Begitu juga dengan metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas," tegas Nasaruddin.

Ketiga, generasi Qurani perlu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan integritas dan kompas moral.

"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan, dakwah, dan akses pengetahuan, dengan tetap mewaspadai disinformasi, manipulasi, penyalahgunaan data, dan ujaran kebencian di ruang digital," sambungnya.

Perputaran Ekonomi Rp1,2 Triliun

Keempat, MTQ harus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Nasaruddin menyebut penyelenggaraan MTQ menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif.

Berdasarkan perhitungan Pemprov Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

"Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur'an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada Jawa Tengah dan Kota Semarang serta seluruh pihak yang menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Ia berpesan agar seluruh kafilah membawa semangat Al-Qur'an yang tumbuh selama MTQ pulang ke daerah masing-masing.

"Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh kecintaan kepada Al-Qur'an dan pengabdian kepada Indonesia," pungkasnya.

Acara yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9) itu dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Turut hadir Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, dan kafilah dari seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index