IIF Perluas Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Akses GCF

IIF Perluas Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Akses GCF
Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026. GCF merupakan lembaga dana iklim terbesar di dunia yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 

Pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kerangka tata kelola yang kokoh, kapasitas kelembagaan, standar fidusia, sistem pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, serta komitmen terhadap kesetaraan gender dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan bahwa akreditasi ini akan memperkuat kemampuan lembaga dalam memberikan solusi pembiayaan yang lebih komprehensif bagi nasabah serta mitra proyek infrastruktur. Perolehan status tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses ke sumber pendanaan global.

"Akreditasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah dan mitra, guna membantu percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Sebagai Accredited Entity, IIF dapat mengakses pendanaan GCF hingga 250 juta dolar AS per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan, serta hingga 50 juta dolar AS per proposal untuk instrumen penyertaan modal. Akses tersebut memungkinkan pengembangan struktur pembiayaan inovatif, termasuk skema blended finance, guna meningkatkan kelayakan proyek serta mempercepat implementasi infrastruktur hijau yang mendukung agenda pembangunan nasional.

Capaian ini sejalan dengan kinerja bisnis yang solid sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, lembaga tersebut telah membukukan sembilan transaksi pembiayaan baru dengan nilai total Rp3,2 triliun di sektor strategis, meliputi kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.

"Pada semester I-2026, IIF juga memperoleh 8 mandat advisory baru, termasuk keterlibatannya dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Waste-to-Energy (WTE)," ujar Rizki.

Dari sisi pendanaan, struktur keuangan diperkuat melalui fasilitas pinjaman sebesar 30 juta dolar AS, fasilitas Term Loan & Treasury Line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Perpetual Tahap I sebesar Rp220 miliar. 

Selain capaian bisnis, pengakuan kelembagaan juga didapat melalui sejumlah penghargaan bergengsi. Pada 6 Agustus 2026, penghargaan Cybersecurity Innovation Award diraih pada ajang Asian Banking and Finance FinTech Awards 2026 atas komitmen memperkuat ketahanan siber dan keamanan digital.

Selanjutnya pada 10 September 2026, pengakuan internasional kembali didapat dengan masuk dalam daftar shortlisted untuk kategori In-House General Counsel Award pada The Asia Legal Awards 2026, yang mencerminkan kekuatan fungsi hukum dan praktik tata kelola perusahaan.

"Capaian yang diraih sepanjang tahun ini menunjukkan permintaan terhadap solusi pembiayaan dan advisory berkelanjutan terus meningkat. Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global," tutup Rizki.

Ke depan, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat, kapabilitas pembiayaan serta advisory diperluas, serta proyek infrastruktur yang memberikan kelayakan komersial, nilai sosial, dan dampak lingkungan positif bagi Indonesia akan terus didukung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index