BERITAKINI.CO.ID — YouTuber dan aktivis hak kepemilikan Louis Rossmann menggelar tur keliling Amerika Serikat bertajuk "Own Your Shit" untuk melawan praktik perusahaan yang mengunci perangkat lewat software. Gerakan ini menyasar Section 1201 Digital Millennium Copyright Act, aturan era 1998 yang dinilai memberi perusahaan kuasa penuh atas hardware yang sudah dibeli konsumen. Tur berakhir di Silver Springs, Maryland, pada 1 Oktober.
Rossmann memulai tur ini bersama organisasi advokasi nirlabanya, Fulu. Tur menyambangi sejumlah kota di Amerika Serikat sepanjang musim panas, dengan pemberhentian kedua dari terakhir digelar di San Jose, California, pada Jumat malam.
Sekitar 80 orang berdesakan di teras sempit sebuah brewery. Kereta api yang melintas di jalur dekat lokasi beberapa kali meraung, tapi Rossmann tetap bicara dengan tempo cepat tanpa berhenti.
Fulu dan Bounty untuk Pembobol Kunci Digital
Rossmann mendirikan Fulu bersama sesama aktivis, Kevin O'Reilly. Organisasi ini menawarkan bayaran bagi siapa saja yang berhasil menonaktifkan kunci digital pada sebuah perangkat, meski berisiko konsekuensi hukum.
Seruan utama tur ini satu: matikan Section 1201 DMCA. Aturan yang berlaku sejak 1998 itu melarang pembobolan pembatas dan kunci digital yang dipasang produsen.
Secara resmi, legislasi tersebut dimaksudkan menjaga keamanan perangkat. Para pegiat perbaikan dan kepemilikan menilai aturan itu justru membuka jalan bagi perusahaan memasang kunci software, lalu menarik biaya dari pemilik yang ingin mengakses hardware miliknya sendiri.
Keluhan yang Menumpuk pada Amazon hingga BMW
Presentasi Rossmann melompat dari satu pertarungan ke pertarungan lain. Ia menyoroti Amazon yang pernah menghapus buku dari Kindle milik pengguna, serta perusahaan pendeteksi kebocoran pipa Roost yang menghentikan produk Wi-Fi mandiri dan merugikan penggunanya.
Apple, Sony, perusahaan kursi roda, dan BMW juga masuk daftar kritiknya. BMW baru-baru ini menayangkan iklan film Spider-Man terbaru di layar dashboard mobil pelanggan.
Rossmann menyebut praktik menambahkan langganan berbayar ke produk setelah konsumen membelinya sebagai bentuk "ransomware".
"Berapa banyak orang di sini yang senang saat menerima ancaman gugatan?" tanyanya di acara San Jose. "Angkat tangan."
Hanya empat atau lima tangan yang terangkat, termasuk Rohit Chopra, mantan direktur Consumer Financial Protection Bureau, yang tersenyum lebar.
"Saya senang ketika orang mencoba menggugat saya," kata Rossmann. "Ketika mereka mengirim ancaman, saya bingkai suratnya."
EFF: Langganan dan Data, Menang untuk Mereka, Rugi untuk Kita
Katharine Trendacosta, direktur kebijakan dan advokasi Electronic Frontier Foundation, ikut berbicara di acara tersebut. Ia menyoroti bagaimana perusahaan mengubah hampir semua hal menjadi layanan berlangganan.
"Mereka mendapat langganan dan data kita," ujar Trendacosta. "Itu menang-menang bagi mereka dan rugi-rugi bagi kita."
Panel sebelum Rossmann juga menampilkan pegiat EFF, mahasiswa dari workshop Fixit San Jose State University, dan pimpinan Fisker Owners Association, kelompok pemilik kendaraan yang menolak mobil mereka dimatikan.
Tekanan Ekonomi dan Regulasi yang Mulai Berpihak
Tur ini berlangsung saat kemarahan konsumen terhadap perusahaan teknologi terus meningkat. Sony menghentikan dukungan cakram fisik dan menghapus item digital di pustaka pelanggan.
Google melakukan hal serupa dan menghapus salinan The Lord of the Rings milik seorang pengguna. Amazon baru saja menghentikan dukungan untuk Kindle lama yang sebenarnya masih berfungsi baik.
Tekanan ekonomi membuat perangkat semakin mahal, sementara konsumen ingin memakainya lebih lama. Regulasi hak perbaikan pun tumbuh di berbagai belahan dunia.
Uni Eropa tahun ini menerapkan aturan baru yang mewajibkan perusahaan memperpanjang usia produk konsumen dengan membuatnya lebih mudah diperbaiki dan baterainya lebih mudah diganti.
John Deere, yang lama dikritik karena kebijakan antiperbaikan, terkena gugatan senilai 99 juta dolar AS dan putusan Federal Trade Commission yang mewajibkannya membuat produk lebih mudah diperbaiki.
Chopra Pimpin Badan Konsumen Baru California
Chopra kini mengepalai California Business and Consumer Services Agency, badan yang dibentuk Gubernur Gavin Newsom pada Juli. Ia datang ke acara ini untuk mendengar langsung keluhan konsumen.
"Teknologi baru seharusnya tidak hanya membantu orang di ruang rapat direksi," kata Chopra. "Teknologi seharusnya membantu kita semua, tapi kita melihat bagaimana ia kadang dirancang untuk menipu, merugikan, atau menimbulkan kerugian nyata."
Menurutnya, orang-orang yang sekadar berusaha bertahan hidup merasa dipermainkan oleh sejumlah praktik bisnis tersebut.