Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Finneas hingga Lukas Graham Mundur

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Finneas hingga Lukas Graham Mundur

BERITAKINI.CO.ID — Sejumlah musisi pendamping mengundurkan diri dari Loop Tour Ed Sheeran setelah rapper Macklemore dicoret dari daftar penampilan karena meneriakkan "Free Palestine!" di atas panggung. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup Beoga menyatakan mundur sebagai bentuk solidaritas. Ed Sheeran menegaskan pencoretan itu keputusan promotor, bukan dirinya.

Gelombang pengunduran diri musisi dari rangkaian konser Loop Tour Ed Sheeran di benua Amerika terus bertambah. Setelah nama Macklemore dicoret dari daftar pembuka, sejumlah artis pendamping memilih mundur satu per satu. Keputusan itu diumumkan lewat media sosial masing-masing pada Selasa (15/09).

Macklemore sebelumnya menyatakan dirinya dikeluarkan dari tur karena aksi solidaritasnya untuk Palestina. Ia meneriakkan "Free Palestine!" saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 5 September lalu. Saat itu ia membawakan lagu berjudul Hind's Hall.

Musisi yang Mundur dari Loop Tour

Musisi asal Irlandia, Aaron Rowe, dan grup pengiring musik tradisional Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka. Langkah serupa diambil musisi Denmark Lukas Graham dan penyanyi Amerika Serikat Finneas, saudara Billie Eilish.

"Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela orang-orang yang tertindas," kata Finneas melalui Instagram.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jadwal tur saya bersama Ed Sheeran yang akan datang. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," lanjutnya.

Rowe menyebut keputusannya tidak diambil dengan mudah. Ia tetap menekankan hubungan pertemanannya dengan Ed Sheeran, yang ia ucapkan terima kasih karena telah "mengubah hidupnya".

"Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat memahami genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan dengan kekerasan," tulisnya di Instagram.

Beoga juga menyinggung latar belakang mereka sebagai orang Irlandia.

"Kami adalah orang Irlandia yang memahami kolonialisme. Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu dan kami tidak mengabaikan besarnya kesempatan tersebut," lanjut mereka.

Lukas Graham menyebut pengunduran diri itu sebagai keputusan yang sulit.

"Uang tidak memberi seseorang hak untuk menguasai percakapan. Kekayaan seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui."

Pernyataan itu tampaknya merujuk pada peran miliarder Robert Kraft dalam keputusan mengeluarkan Macklemore dari konser.

Latar Belakang Pencoretan Macklemore

Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan dari Loop Tour setelah aksi panggungnya di New Jersey. Lagu Hind's Hall yang ia bawakan berkisah tentang Hind Rajab, anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang tewas dalam perang Gaza pada 2024. Rekaman panggilan teleponnya dengan petugas medis sempat tersebar luas setelah keluarganya terbunuh. Bulan lalu, militer Israel memerintahkan penyelidikan kriminal terkait kematiannya.

"Untuk seluruh saudara-saudari Yahudi saya, kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan penolakan terhadap genosida sama sekali bukanlah kritik terhadap kalian," kata Macklemore dalam konser tersebut.

Para pejabat Israel secara konsisten menolak tuduhan bahwa negara itu melakukan genosida di Gaza.

Pada Senin (14/09), Macklemore menyatakan beberapa lokasi konser di Amerika Serikat telah memberi tahu promotor bahwa mereka tidak akan mengizinkannya tampil. Ia juga menuduh pemilik Stadion Gillette, Robert Kraft, menggalang dukungan untuk menentangnya.

Pada hari yang sama, Kraft mengatakan pembatalan penampilan Macklemore ditentukan karena komentar-komentar terbarunya serta "riwayat pernyataan dan penggunaan simbol antisemit yang lebih luas, yang kami yakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi."

Posisi Ed Sheeran

Ed Sheeran berusaha menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan tersebut.

"Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya," tulisnya.

"Saya tidak akan pernah mengecewakan penggemar yang telah membuat rencana, maupun meninggalkan kru konser dan musisi pendamping lainnya yang bergantung pada saya untuk bekerja dan mencari nafkah," lanjutnya.

Penyanyi asal Inggris itu juga menegaskan tidak akan memihak dalam konflik Israel-Palestina.

"Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan mempertahankan percakapan agar tetap terbuka, bukan tertutup," ujarnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari promotor Loop Tour soal gelombang pengunduran diri para musisi pendamping.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index