TANJUNGPINANG - Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di wilayah Kepulauan Riau yang meliputi Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Kabupaten Natuna terus didorong oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Kesiapan lahan menjadi salah satu elemen krusial agar proses pembangunan sarana pendidikan ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah setempat terus diperkuat guna memastikan seluruh persyaratan teknis dan administratif dapat dipenuhi sejak awal.
“Sekolah Rakyat yang tahap ketiga ini semua kami targetkan selesai di Juni 2027. Karena kan Juli itu anak-anak harus masuk. Sama, setiap tahun, kami target selesai di Juni 2027,” ujarnya.
Dukungan sarana infrastruktur dasar seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, sanitasi, hingga fasilitas utilitas pendukung sangat dibutuhkan. Kesiapan komprehensif dari berbagai aspek tersebut diyakini mampu mempercepat alur pengerjaan saat memasuki tahap konstruksi fisik.
Sekolah Rakyat di kawasan ini dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu yang menyajikan ruang kelas lengkap beserta fasilitas pendukung kehidupan para murid, mulai dari sarana belajar, asrama, area olahraga, ruang kegiatan, hingga layanan kesehatan.
Pengembangan Sekolah Rakyat Tahap III tersebar di tiga wilayah utama, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Di Kota Tanjungpinang, lokasi proyek berada di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, memanfaatkan lahan seluas 12 hektare milik pemerintah daerah setempat, di mana 7 hektare di antaranya telah siap olah dan 5 hektare disiapkan untuk area pengembangan.
Kawasan Sekolah Rakyat Tanjungpinang dirancang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas mencapai 36 rombongan belajar atau 1.260 siswa, yang berdiri di atas lahan dasar bangunan 1,9 hektare serta total luas bangunan 2,7 hektare.
Pasokan air bersih tahap awal akan memanfaatkan sumur bor berizin kementerian terkait, sementara kebutuhan jangka panjang diproyeksikan bersumber dari Embung Sei Timun.
Lokasi di Kabupaten Kepulauan Anambas bertempat di Desa Langir, Kecamatan Palmatak di atas lahan seluas 6,9 hektare yang disiapkan pemerintah daerah setempat, dengan rencana luas dasar bangunan 1,8 hektare dan total luas bangunan 2,6 hektare.
Adapun di Kabupaten Natuna, proyek ini berlokasi di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur dengan lahan seluas 10,53 hektare milik pemerintah setempat, di mana area yang telah siap olah mencakup 8,6 hektare, luas dasar bangunan 1,68 hektare, serta total luas bangunan 2,69 hektare.
Pemenuhan air bersih jangka pendek di Natuna mengandalkan sumur bor, sedangkan jangka panjang akan mengoptimalkan Embung Sebayar. Pengawasan terhadap ketiga proyek ini akan dikawal ketat agar seluruh pekerjaan fisik selesai paling lambat Juni 2027.