Transaksi Judi Online di Banten Capai Rp2,2 T, PPATK Tekankan Hal Ini

Transaksi Judi Online di Banten Capai Rp2,2 T, PPATK Tekankan Hal Ini
Ilustrasi Judi Online.(Sumber:NET)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendata nilai transaksi judi online di Provinsi Banten menembus angka Rp2,2 triliun dengan jumlah pemain berkisar 700.000 orang.Sementara itu frekuensi transaksi judi online di kawasan tersebut terhitung mencapai 22 juta kali transaksi.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan aktivitas judi online tetap menjadi perhatian khusus sebab berlangsung di tengah kondisi masyarakat yang sebagian masih menanggung tekanan ekonomi serta memerlukan peningkatan literasi keuangan.

“Banten itu kalau bicara judi online, transaksinya saja per tahun bisa Rp2 triliun. Provinsi Banten itu transaksi judi online yang tercatat di kami tahun ini saja Rp2,2 triliun,” ujar Ivan dalam kegiatan sinergi PPATK dan BTN di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).

Secara khusus di Kabupaten Lebak, PPATK merekam transaksi judi online menyentuh angka Rp189 miliar dengan total pemain sekitar 88.000 orang.Frekuensi transaksi judi online di daerah tersebut mencapai 2,6 juta kali.

Berdasarkan penuturan Ivan, kemudahan akses internet menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas judi online kian gampang menjangkau warga.Oleh sebab itu, pihaknya menekankan krusialnya penguatan literasi serta edukasi kepada masyarakat.

“Literasi itu bisa dilakukan oleh semua saudara-saudara kami di bawah. Ini yang harus menjadi perhatian kami bersama,” katanya.

Ivan menambahkan, upaya pemberantasan judi online bukan sekadar menjadi tanggung jawab PPATK, melainkan memerlukan keterlibatan beragam pihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor perbankan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat luas.

PPATK juga konsisten mendorong Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT) sebagai langkah menjaga sirkulasi perputaran uang yang sehat di tengah masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index