BOALEMO - Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menyampaikan bahwa pengerjaan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi I telah menembus angka 92,49 %.
Sisa pengerjaan yang belum tuntas diperkirakan hanya delapan persen dan bakal segera dirampungkan.
Capaian progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Boalemo ini dipaparkan Reflin saat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengecek lokasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (5/8/2026).
Pengecekan lapangan tersebut digelar demi memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat yang masuk dalam jajaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi warga.
Menurut Reflin, dari hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar dari jenjang SD, SMP, sampai SMA sudah siaga, mulai dari ruang kelas, meja dan kursi murid, meja pengajar, hingga papan tulis.
Di samping itu, tahapan pemenuhan tenaga pengajar pun terus berlanjut.Saat ini pemerintah daerah tinggal menanti pengumuman kelulusan seleksi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk calon guru yang sudah merampungkan uji kompetensi di Kantor Regional BKN Gorontalo.
Reflin menaruh harapan agar berdirinya Sekolah Rakyat di Kabupaten Boalemo mampu mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap menyokong pembangunan daerah maupun nasional.
Sebelumnya, gubernur mengapresiasi kemajuan pembangunan Sekolah Rakyat yang kini sudah tiba pada tahap akhir.Bahkan, fasilitas pendidikan tersebut telah menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Alhamdulillah, Sekolah Rakyat sudah berdiri dan telah melaksanakan MPLS. Ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat," ujarnya.