BANDAR LAMPUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung beserta Polres jajaran membeberkan hasil pengungkapan kasus sepanjang Januari sampai Juli 2026.Aparat sukses mengagalkan penyelundupan narkotika jaringan lintas provinsi dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp264,9 miliar.
Dalam operasi tersebut, barang bukti yang diamankan meliputi 119,1 kilogram sabu, 58,2 kilogram ganja, 35.166 butir ekstasi, 19.996 butir Happy 5, 4.484 pcs etomidate, serta 2.500 gram etomidate cair.Tak hanya itu, Polda Lampung juga memperoleh penyerahan 166 pucuk senjata api rakitan dari warga.
Pengamat Hukum Universitas Tulang Bawang (UTB), Ahadi Fajrin Prasetya, menilai langkah Polda Lampung beserta jajaran Polresta/res, khususnya dalam menindak bisnis narkoba serta menyita dan memusnahkan senjata api ilegal, berpeluang memberi efek positif bagi penurunan aksi kejahatan jalanan di Lampung.
Menurut Ahadi, merujuk berbagai pengungkapan perkara oleh Polda Lampung dan Polres jajaran, para pelaku kejahatan jalanan seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sering membawa bahkan menembakkan senjata api rakitan guna mengancam maupun melukai korban sewaktu beraksi.
“Penegakan hukum terhadap kepemilikan senjata api ilegal perlu terus diperkuat karena keberadaan senjata tersebut meningkatkan tingkat kekerasan dalam tindak pidana. Ketika akses terhadap senjata api rakitan dapat ditekan, potensi ancaman terhadap masyarakat juga dapat berkurang,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Di samping itu, Ahadi mencermati bahwa hasil kejahatan pada beberapa perkara kerap berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba oleh para pelaku.
Maka dari itu, pemberantasan jaringan narkotika tidak sekadar krusial bagi kesehatan publik, melainkan juga menyokong upaya pencegahan tindak kriminal.
“Meski setiap kasus memiliki motif yang berbeda. Penindakan yang berkelanjutan terhadap kepemilikan senjata api ilegal dan peredaran narkotika. Ini merupakan bagian dari strategi yang dapat mempersempit faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejahatan jalanan. Jika dilakukan secara konsisten dan disertai langkah preventif lainnya, tren kriminalitas berpotensi mengalami penurunan,” kata Dekan FH UTB tersebut.