Bangun 3 Jembatan Rawan Banjir, Pemkot Bengkulu Siapkan Rp5,2 Miliar

Bangun 3 Jembatan Rawan Banjir, Pemkot Bengkulu Siapkan Rp5,2 Miliar
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu.(Sumber:NET)

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menyiapkan anggaran sebesar Rp5,2 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 guna membangun tiga jembatan di area yang rentan dilanda banjir.

"Sebenarnya Dinas PUPR telah mengidentifikasi lokasi-lokasi tersebut sejak tahun 2023, namun saat itu masih terkendala anggaran. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Noprisman di Bengkulu.

Noprisman menjelaskan bahwa proyek jembatan ini bertujuan guna mempermudah lalu lintas warga, sekaligus memperkuat keamanan serta aksesibilitas antarwilayah yang kerap terisolasi ketika hujan deras turun.

Noprisman menambahkan bahwa pengerjaan tiga jembatan ini hadir dari sinergi Pemkot Bengkulu bersama Polresta Bengkulu, lantaran jajaran kepolisian giat menampung masukan warga dan melaporkan situasi nyata di lapangan, sehingga pembangunan ini menjadi langkah nyata dari keluhan masyarakat melalui Bhabinkamtibmas.

Penetapan titik proyek dilakukan usai personel kepolisian meninjau lokasi secara langsung demi menjamin efektivitas dan ketepatan sasaran.

"Untuk lokasi yang diusulkan kini sudah kami laksanakan dan seluruh pekerjaan sudah berkontrak. Mudah-mudahan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sehingga pada November mendatang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat," terang dia.

Adapun titik lokasi pengerjaan tiga jembatan yang tergolong rawan banjir tersebut berada di daerah Pancur Mas, Betungan, serta Muara Bangkahulu (Pematang Gubernur).

Besaran dana yang dikucurkan bervariasi di tiap area, yakni Jembatan Betungan senilai kurang lebih Rp1,4 miliar, Jembatan Pancur Mas sebesar Rp1,8 miliar, dan Jembatan Pematang Gubernur yang menyedot anggaran sekitar Rp2 miliar.

Noprisman menyampaikan bahwa pembedaan nilai anggaran ini dipengaruhi oleh karakteristik konstruksi jembatan yang proses pengecorannya tidak dapat dikerjakan secara bertahap.

Selain itu, Dinas PUPR Kota Bengkulu bakal memberlakukan penutupan jalan secara menyeluruh di area proyek selama pengerjaan berlangsung, dan pengalihan jalur lalu lintas akan segera diumumkan kepada publik.

Lantaran hal tersebut, Noprisman meminta masyarakat memaklumi skema pengalihan arus lalu lintas ini, sebab material beton jembatan memerlukan masa pengeringan serta perawatan yang pas sebelum aman dilewati kendaraan berbobot berat.

"Untuk beton membutuhkan waktu hingga mencapai umur yang sesuai sehingga tidak bisa langsung digunakan setelah selesai dicor. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama," terang Noprisman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index