GLM52 Open Source China Persempit Kesenjangan AI dengan Amerika Serikat

GLM52 Open Source China Persempit Kesenjangan AI dengan Amerika Serikat
GLM-5.2 mampu mendeteksi bug dengan performa yang mendekati model AI buatan Anthropic dari Amerika Serikat. (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Persaingan kecerdasan buatan antara China dan Amerika Serikat semakin ketat. Startup AI asal China, Z.ai, memperkenalkan model terbaru GLM-5.2 yang diklaim mampu mendeteksi bug perangkat lunak setara Claude Mythos buatan Anthropic.

Laporan menyebut GLM-5.2 dapat mengidentifikasi kerentanan software dengan performa sebanding dengan Claude Mythos. Kemampuan ini penting karena semakin banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk menutup celah keamanan sebelum dieksploitasi.

Salah satu keunggulan GLM-5.2 adalah statusnya sebagai model open-source yang bisa diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan secara mandiri tanpa bergantung pada layanan cloud. Karakteristik ini menarik bagi perusahaan yang menginginkan fleksibilitas, meski juga menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Meski begitu, laporan menegaskan peningkatan kemampuan GLM-5.2 di bidang keamanan siber bukan berarti China telah melampaui AS dalam pengembangan AI secara keseluruhan. Dalam berbagai tugas umum, GLM-5.2 masih tertinggal dibandingkan dengan model Anthropic maupun OpenAI. Namun, kesenjangan performa disebut menyempit secara signifikan.

“GLM-5.2 bahkan mampu mengungguli Claude Opus 4.8 pada sejumlah pengujian keamanan. Kemampuan GLM-5.2 dapat meningkat hingga setara Claude Mythos dalam menemukan bug apabila dipadukan dengan teknik prompting yang tepat,” tulis laporan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Persaingan semakin panas  
Kemunculan GLM-5.2 menjadi sinyal persaingan AI antara China dan AS semakin ketat. Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan AI asal AS mulai membatasi akses model tercanggih dengan alasan keamanan nasional. Sebaliknya, laboratorium AI di China semakin aktif merilis model open-weight yang bisa diunduh publik.

Elon Musk sebelumnya memprediksi laboratorium AI China baru akan menyamai model unggulan Anthropic pada kuartal pertama 2027. Namun, pendiri Zhipu AI, Tang Jie, membantah. Ia menulis di akun X pribadinya bahwa pencapaian tersebut 

“tidak akan memakan waktu selama itu”, menunjukkan keyakinan AI China akan lebih cepat mengejar ketertinggalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index