JAKARTA - Gelandang Timnas Inggris Morgan Rogers tertawa lepas saat ditanyai mengenai strategi untuk meredam ketajaman Erling Haaland menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 kontra Norwegia.
Pertandingan antara Norwegia dan Inggris bakal dilangsungkan di Miami pada hari Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB, guna memperebutkan satu tiket menuju babak semifinal.
Secara teori, ancaman paling menakutkan yang wajib diwaspadai oleh tim asuhan Thomas Tuchel pastinya bersumber dari Haaland, sang striker yang telah mengemas tujuh gol di sepanjang kompetisi ini.
Tatkala ditanya apakah skuad Tiga Singa mempunyai trik khusus untuk meredam penyerang Manchester City itu, Rogers justru meresponsnya dengan kelakar. "Apakah ada yang pernah benar-benar menghentikan Erling Haaland? Saya rasa belum ada. Tapi kami akan mencoba," kata Rogers sambil tertawa kepada wartawan, dikutip dari Reuters.
Pemain andalan Aston Villa tersebut tidak menampik bahwa Haaland merupakan salah satu ujung tombak paling mengerikan di jagat raya lantaran perpaduan kekuatan fisik, akselerasi, serta insting gol yang sangat tajam.
Berdasarkan penuturan Rogers, fokus utama Inggris bukanlah mengawal Haaland secara individu, melainkan memutuskan suplai bola yang mengarah kepada dirinya. "Dia pemain yang luar biasa. Lihat saja apa yang sudah dia lakukan dan jumlah gol yang dia cetak. Kami tahu seberapa hebat dia," jelasnya.
"Mungkin kami harus berusaha menghentikan bola-bola yang mengarah kepadanya dan membatasi peluang yang dia dapatkan, karena dia sangat mematikan di depan gawang," tambah Rogers.
Untungnya bagi pihak Inggris, mayoritas penggawa mereka sudah terbiasa dan mengenal betul karakteristik permainan Haaland.
Selama empat musim belakangan, bomber berumur 25 tahun itu kerap menjadi momok menakutkan di Liga Inggris bersama Manchester City, sehingga sebagian besar pilar The Three Lions sudah berulang kali berhadapan langsung dengannya.
Rogers pribadi mempunyai rekam jejak yang cukup bagus ketika memperkuat Aston Villa.
Haaland tercatat selalu gagal menyarangkan bola ke gawang dalam empat lawatan terakhir Manchester City ke markas Villa Park.
Kendati demikian, Rogers emoh mengklaim catatan manis tersebut sebagai pembuktian bahwa Haaland mudah dimatikan. "Saya rasa itu lebih karena keberuntungan," ucapnya.
Ia pun turut mengingatkan bahwa kekuatan Norwegia bukan semata-mata bertumpu pada sosok Haaland saja.
Pasukan racikan Stale Solbakken tersebut masih dihuni oleh deretan pemain lain yang berbahaya, termasuk sang kapten Arsenal Martin Odegaard yang piawai mendikte ritme permainan dari sektor tengah.
Inggris menatap laga krusial ini dengan modal mentalitas yang kuat usai memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di babak 16 besar, walau harus berlaga dengan kondisi minus satu pemain.
Pertandingan sengit tersebut dinilai menjadi salah satu aksi paling impresif dari timnas Inggris di ajang Piala Dunia dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.
Akan tetapi, Rogers mengakui kalau bentrokan fisik tersebut sangat menguras kondisi kebugaran seluruh anggota tim.
Skuad Inggris baru mendarat kembali di markas latihan mereka di Kansas City pada hari Senin dini hari, sehingga menu latihan pertama lebih difokuskan pada pemulihan fisik sebelum menyambut tantangan berikutnya. "Itulah pesan dalam latihan hari ini. Kami harus kembali tampil habis-habisan, terus melangkah, dan kami masih bisa berkembang menjadi lebih baik," kata Rogers.
"Bagi banyak dari kami, ini akan menjadi pertandingan terbesar yang pernah kami jalani, apalagi di Piala Dunia dengan situasi seperti sekarang".
Suntikan tenaga baru berembus seiring pulihnya Jordan Henderson.
Gelandang sarat pengalaman milik Inggris tersebut sudah kembali merapat ke dalam latihan tim seusai menjalani tindakan operasi akibat cedera lengan yang didapatnya ketika merayakan gol kemenangan atas Meksiko.
Rogers menuturkan bahwa kehadiran Henderson sukses mendongkrak aspek psikologis dan moral seluruh skuad. "Itu menunjukkan seperti apa sosok Jordan. Pagi ini dia datang dengan senyum di wajahnya dan tetap ceria meski baru menjalani operasi dalam 48 jam terakhir. Dia adalah detak jantung tim ini," ujar Rogers.
Di luar urusan lapangan hijau, skuad Tiga Singa pun tengah menikmati atmosfer dukungan yang begitu masif dari para pendukung setia mereka.
Tembang bertajuk Wonderwall kepunyaan grup musik Oasis belakangan bertransformasi menjadi tradisi anyar yang senantiasa dilantunkan bersama para pemain seusai laga berakhir.
Saat disinggung mengenai apakah dirinya menguasai lirik dari lagu legendaris tersebut, Rogers kembali terkekeh. "Rasanya Anda bukan orang Inggris kalau tidak tahu liriknya. Lagu itu sangat terkenal. Semua orang pasti tahu. Kalau belum, lebih baik segera menghafalnya," kata Rogers.