Naik 5,4 Persen, Penumpang Kereta Api Daop 7 Madiun Meningkat

Naik 5,4 Persen, Penumpang Kereta Api Daop 7 Madiun Meningkat
Ilustrasi KAI.(FOTO:NET)

BLITAR - Perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api di kawasan Madiun hingga Blitar kini dirasakan semakin nyaman berkat berbagai pembaruan fasilitas yang dihadirkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Mulai dari operasional kereta new generation, penyediaan sarana Face Recognition Boarding Gate, hingga pengadaan water station di area stasiun menjadi wujud nyata dalam mendongkrak kenyamanan perjalanan masyarakat, termasuk wisatawan yang tengah berlibur.

Peningkatan mutu pelayanan tersebut berjalan beriringan dengan tingginya antusiasme warga dalam menggunakan transportasi publik ini.

Merujuk pada data PT KAI, sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 7 Madiun tercatat telah melayani 3.138.647 penumpang atau tumbuh sebesar 5,4 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tren positif tersebut membuktikan bahwa kereta api tetap menjadi opsi transportasi utama untuk bepergian karena dianggap praktis, nyaman, serta ditunjang sarana yang semakin mempermudah mobilitas pelanggan.

"Terjadi peningkatan volume pelanggan pada periode Semester I Tahun 2026 di KAI Daop 7 Madiun, bertambah 160.374 pelanggan atau meningkat 5,4% dibandingkan Semester I Tahun 2025," ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (5/7/2026) petang. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa moda transportasi KA masih menjadi moda pilihan utama masyarakat,” imbuh Tohari.

Sejalan dengan kenaikan volume pengguna jasa, Tohari menerangkan bahwa PT KAI Daop 7 Madiun terus berkomitmen mendongkrak kualitas fasilitas layanan bagi para pelanggan setianya.

Sejumlah langkah yang sudah direalisasikan di antaranya adalah pembaruan armada pada KA Bangunkarta dan KA Singasari dengan memakai rangkaian kereta new generation, peninggian struktur peron, hingga penambahan fasilitas overcapping di Stasiun Blitar serta Stasiun Kediri.

“Dan saat ini tengah berlangsung penataan Stasiun Madiun,” ujar Tohari tanpa menyebutkan rincian penataan tersebut.

Peningkatan aspek kenyamanan di area Daop 7 Madiun diimplementasikan melalui beragam inovasi penyediaan sarana Standar Pelayanan Minimum (SPM) berbasis digital, sekaligus memaksimalkan penataan lingkungan di stasiun guna mengakomodasi kebutuhan para penumpang.

Tohari mencontohkan pengoperasian fasilitas Face Recognition Boarding Gate yang berguna mempermudah proses pemindaian pelanggan, sehingga penumpang cukup memindai wajah tanpa perlu memperlihatkan tiket fisik ataupun kartu identitas.

Bukan itu saja, demi menyokong program pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan, KAI Daop 7 Madiun juga menghadirkan fasilitas water station supaya para pelanggan bisa mengisi ulang air minum secara gratis tanpa harus membeli air kemasan baru.

Berdasarkan pemaparan Tohari, langkah inovatif ini menjadi bentuk kontribusi aktif perusahaan dalam meminimalkan angka penggunaan botol plastik sekali pakai.

“Berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas pelanggan menjadi wujud komitmen KAI Daop 7 menghadirkan service excellent yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi massal kereta api,” ujarnya.

Manajemen PT KAI Daop 7 Madiun, sambung Tohari, menghaturkan apresiasi serta terima kasih yang mendalam atas besarnya kepercayaan dari publik, khususnya pengguna setia yang terus memilih kereta api sebagai sarana utama mobilitas mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index