JAKARTA - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sedang mengumumkan adanya program bantuan dana pensiun untuk tahun 2026 marak beredar di platform media sosial.
Penyebaran narasi tersebut diketahui disebarluaskan oleh sejumlah unggahan pada awal bulan Juni 2026 yang lalu.
Program bantuan itu diklaim sengaja dibuka dengan jumlah kuota pendaftaran yang sangat terbatas.
Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, rekaman video tersebut terbukti merupakan produk manipulasi hasil teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan terindikasi kuat sebagai bentuk modus penipuan.
Mengenai narasi yang beredar di masyarakat, video yang mengeklaim bahwa Menhan Sjafrie secara resmi membuka program bantuan dana pensiun pada tahun ini disebarkan oleh beberapa pengguna akun Facebook pada hari Sabtu (4/6/2026).
Di dalam video tersebut disampaikan informasi bahwa bantuan diberikan demi menunjang tingkat kesejahteraan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini sudah purnatugas.
Demi bisa mencairkan program bantuan dana yang dijanjikan, para pensiunan diwajibkan untuk mendaftarkan diri mereka terlebih dahulu melalui sebuah tautan internet yang disisipkan di dalam unggahan tersebut.
"Program Bantuan Dana Pensiun 2026 Resmi Dibuka! Kesempatan bagi seluruh pensiunan di Indonesia untuk mendapat bantuan dana pensiunan demi menunjang kesejahteraan di masa pensiun. segera lakukan pendaftaran dan lengkapi persyaratan yang dibutuhkan."
Terkait proses penelusuran yang dilakukan oleh pihak Kompas.com, Tim Cek Fakta Kompas.com meneliti video unggahan yang memperlihatkan sosok Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketika mengumumkan program dana bantuan pensiun 2026 tersebut.
Proses penelusuran fakta ini dijalankan dengan memanfaatkan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search).
Seusai dilakukan pemeriksaan secara mendalam, tidak ditemukan adanya satu pun pemberitaan dari media kredibel yang mengulas perihal pencairan dana bantuan untuk para pensiunan pada tahun 2026.
Informasi serupa juga sama sekali tidak didapati di dalam unggahan akun media sosial Instagram resmi miliknya yaitu @sjafrie.sjamsoeddin.
Adanya kejanggalan-kejanggalan tersebut mendorong Tim Cek Fakta Kompas.com untuk melangkah lebih jauh dengan menguji tingkat keaslian dokumen video menggunakan platform pemindai berbasis kecerdasan buatan, yakni Hive Moderation dan Zhuque AI Detection Assistant.
Dari hasil analisis yang dikeluarkan oleh Hive Moderation, terdeteksi bahwa rekaman video yang memperlihatkan Sjafrie saat mengumumkan program bantuan dana pensiun tersebut memiliki tingkat probabilitas sebesar 99,9 persen diproduksi oleh teknologi AI.
Di sisi lain, peranti Zhuque AI Detection Assistant juga memperoleh hasil temuan senada bahwa video dimaksud merupakan buatan AI dengan angka probabilitas menyentuh 96,98 persen.
Sementara itu, tautan internet yang sengaja dicantumkan di dalam kolom unggahan tersebut nyatanya sama sekali tidak mengarah ke situs web resmi milik Kementerian Pertahanan.
Sebaliknya, tautan itu justru mengarahkan pengguna ke dalam fitur obrolan Facebook Messenger yang menggunakan nama akun "Berita Viral 2026".
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan jangan pernah sesekali menyerahkan data pribadi apa pun ke dalam aplikasi pesan instan dengan model seperti itu.
Hal ini dikarenakan data sensitif yang telanjur dikirimkan sangat rentan disalahgunakan untuk melancarkan aksi tindak kejahatan digital, salah satunya seperti peretasan akun.
Sebagai kesimpulan dari perkara ini, merujuk pada rangkaian penelusuran serta proses pengecekan yang dikerjakan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan program bantuan dana pensiun 2026 dipastikan sebagai konten hasil manipulasi digital.
Tidak didapati adanya informasi yang valid atau sahih dari Kementerian Pertahanan mengenai pembukaan bantuan dana pensiun 2026.
Tautan pendaftaran yang disisipkan di dalam unggahan tersebut juga telah terindikasi kuat sebagai sebuah modus penipuan berkedok bantuan sosial.