TNI Musnahkan 2,5 Hektare Ladang Ganja Siap Panen di Aceh

TNI Musnahkan 2,5 Hektare Ladang Ganja Siap Panen di Aceh
Pemusnahan ladang ganja 2,5 Hektar di pegunungan Aceh Besar (FOTO: NET)

ACEH BESAR - Sejumlah anggota Kodim 0101/Kota Banda Aceh telah melenyapkan areal tanaman ganja seluas kurang lebih 2,5 hektare di kawasan pegunungan Desa Mureu Bueng Ue, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada hari Sabtu (4/7/2026).

Tindakan ini menjadi salah satu bagian dari pergerakan dalam mengikis habis peredaran narkotika serta menyukseskan gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Aksi pembersihan areal ilegal tersebut dikomandoi secara langsung oleh Kepala Staf Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin SAg MAP, dengan menyertakan deretan anggota Kodim, Babinsa, serta tim intelijen.

Sebelum bertolak ke area sasaran, seluruh anggota terlebih dahulu melangsungkan apel pemeriksaan yang dipimpin oleh Pasiops Kodim 0101/KBA, Mayor Inf Muliadi.

Melalui arahannya, Mayor Muliadi mengingatkan tingginya nilai profesionalitas serta keteraturan dalam mengemban tugas, termasuk kepatuhan pada aturan yang sudah ditetapkan.

Demi meraih titik penemuan tersebut, para petugas mesti melalui rute perjalanan yang terbilang sulit.

Rombongan menaiki kendaraan bermotor sampai batas terjauh yang sanggup dilewati, lalu meneruskan pergerakan dengan berjalan kaki menembus area hutan serta rute pegunungan yang curam.

Kondisi alam tersebut menjadi sebuah rintangan tersendiri untuk kelompok petugas di area lapangan.

Kendati demikian, pergerakan tersebut tetap dilaksanakan demi memastikan lahan tanaman ganja tersebut dapat ditemukan lalu dihancurkan.

Sesampainya di titik target, rombongan mendapati barisan tanaman ganja yang memiliki ukuran tinggi berkisar antara 100 sampai 150 sentimeter.

Tumbuhan terlarang tersebut diduga telah masuk usia sekitar dua hingga tiga bulan dan berada dalam kondisi yang siap dipetik dalam waktu dekat.

Kasdim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin, menjabarkan bahwa pembongkaran lahan ganja ini berawal dari adanya aduan yang masuk dari warga sekitar.

Penduduk merasa curiga terhadap gerak-gerik seseorang yang mengangkut pupuk menuju ke dalam area hutan. Data awal tersebut selanjutnya ditelusuri oleh Babinsa lewat pengecekan langsung di lapangan hingga dipastikan adanya kegiatan penanaman ganja.

"Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Babinsa yang bertugas di wilayah binaan dengan melakukan penyelidikan dan pendalaman di lapangan. Setelah dipastikan kebenarannya, hasil temuan tersebut dilaporkan secara berjenjang hingga akhirnya diputuskan untuk melaksanakan operasi pemusnahan," ujar Muhsin.

Berdasarkan penuturannya, pencapaian ini memperlihatkan bahwa pola hubungan antara petugas dengan warga terjalin secara baik, sehingga penduduk tidak merasa takut untuk mengadukan tindakan yang mencurigakan.

Sesudah mengunci lokasi serta total tanaman, seluruh ganja yang didapati langsung dilenyapkan di area tersebut.

Sistem pemusnahan dikerjakan lewat tindakan mencabut pohon ganja sampai ke bagian akar, lalu membakarnya agar tidak bisa disalahgunakan lagi.

Langkah tersebut diterapkan untuk menjamin tidak ada sisa-sisa tumbuhan yang dapat tumbuh kembali atau dimanfaatkan secara ilegal.

Selama kegiatan berlangsung, para anggota juga diwanti-wanti untuk tidak menyelewengkan barang bukti, sehingga seluruh prosesi berjalan secara terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan.

Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf Faurizal Noerdin SSos MSc, memaparkan bahwa keberhasilan dalam meruntuhkan lahan ganja ini merupakan buah dari keterpaduan antara pihak TNI dan masyarakat.

Dia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa ikut serta secara aktif dalam membagikan data sekiranya menjumpai tindakan yang mencurigakan di area sekitar mereka.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Dukungan masyarakat sangat penting dalam membantu aparat melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap segala bentuk peredaran narkotika," kata Faurizal.

Bukan hanya itu, dia juga memberikan imbauan perihal krusialnya andil dari kelompok muda untuk menjauhi narkoba sebagai langkah membentengi masa depan mereka.

"Perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, diharapkan peredaran narkotika dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari bahaya narkoba," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index