KRL Jogja-Solo Ramai Keluhan Pekerja Soal Rombongan Study Tour

KRL Jogja-Solo Ramai Keluhan Pekerja Soal Rombongan Study Tour
KRL Solo-Yogyakarta.(FOTO:NET)

SOLO - Musim liburan sekolah idealnya menjadi momen yang menyenangkan untuk berwisata.

Namun, bagi para pekerja yang mengandalkan Kereta Rel Listrik (KRL) harian, saat ada lonjakan penumpang dari rombongan study tour anak-anak sering kali memicu dilema kenyamanan di ruang publik.

Di media sosial, terutama di Threads, mulai ramai para pekerja yang mengeluh mereka harus berdesak-desakan dengan anak-anak TK yang study tour untuk rute Solo-Yogya dan sebaliknya.

Seperti salah satu pekerja yang mengeluh harus naik KRL dengan anak-anak kecil di hari biasa (weekday).

Ia mengaku melihat anak-anak study tour yang berangkat dari stasiun Palur-Maguwo.

"Apakah sekarang KRL sering dipake buat study tour anak TK/SD ya? Inikan transum," tulis V****, salah satu akun di Threads yang mengaku naik KRL Palur pada pukul 10.40 WIB.

Ia merasa kurang nyaman dan merasa aneh melihat KRL digunakan sebagai transportasi untuk study tour.

Apalagi saat dilakukan di hari biasa ketika para pekerja harus berangkat ke kantor.

Keluhan serupa sempat dibagikan netizen lain pada bulan Mei 2026 di Threads.

Meski kontennya dihapus, dia juga merasa bingung apakah rombongan anak-anak kecil boleh naik KRL dengan tujuan belajar transportasi umum di hari biasa.

Sama halnya dengan salah satu utas tahun 2025, yang juga melihat rombongan anak-anak masuk KRL ketika gerbongnya penuh.

Ia juga mengaku melihat rombongan anak-anak yang naik KRL bukan dari stasiun awal, melainkan dari stasiun Palur dan Maguwo.

"Naik transum (KRL) di hari Senin Pagi tuh ram banget. Ngajakin anak TK study tour naik transum sih gapapa. Tapi mereka naiknya ngga dari stasiun keberangkatan awal. Apa gak kasian?" ujar akun @l**** yang diunggah pada Juni 2025.

Otomatis topik ini menjadi perdebatan antar warganet.

Sebagian masyarakat terutama orangtua, mengakui bahwa KRL adalah transportasi umum yang boleh dinaiki anak-anak untuk tujuan edukasi.

Sebagian masyarakat, beranggapan study tour harusnya dilakukan saat jam-jam longgar dan berpikir bahwa edukasi naik kereta sebaiknya menggunakan kereta antar kota.

Menanggapi hal ini, PR Manager KAI Commuter Leza Arlan, bahwa anak-anak dapat naik KRL untuk tujuan edukasi atau study tour.

KAI Commuter memiliki program Commuter Study Tour atau C-Taditur yang dapat diikuti anak-anak dengan didampingi petugas.

"Dapat kami sampaikan bahwa Commuter Study Tour (C-Taditur), merupakan kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang transportasi publik khususnya Commuter Line, dari proses pembelian tiket, naik kereta, edukasi dan sosialisasi di atas kereta tentang do and don’t selama perjalanan dan sampai akhirnya keluar stasiun," katanya, saat dihubungi pada Jumat (26/6/2026).

Meski begitu, ada aturan kapan study tour menggunakan KRL boleh dilakukan.

Waktu yang diperbolehkan anak-anak peserta C-Taditur adalah mulai pukul 09.00-15.00 WIB.

Sementara aktivitas edukasi ini tidak diperkenankan dilakukan pada waktu peak hour pagi hari mulai 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 -19.00 WIB.

Sebab pada pagi hari KRL digunakan banyak orang untuk pergi ke sekolah, bekerja, dan aktivitas masyarakat lain yang harus dilakukan pagi hari.

Sama halnya dengan sore hari hingga malam, tidak boleh ada layanan C-Taditur.

Karena pada sore hari banyak pekerja kantoran, siswa sekolah memanfaatkan KRL untuk pulang.

Sementara untuk kegiatan C-taditur, tidak disediakan kereta khusus bagi rombongan.

Peserta akan berbaur dengan pengguna umum, sehingga pengalaman yang diperoleh menjadi lebih nyata.

Meski demikian, petugas KAI Commuter akan berupaya semaksimal mungkin agar perjalanan tetap berlangsung tertib dan nyaman, serta mengimbau pengguna umum untuk kooperatif.

Di sisi lain, momen ini juga menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk belajar tenggang rasa, disiplin, serta kepekaan sosial saat menggunakan transportasi publik bersama masyarakat luas.

Selama kegiatan ini berlangsung akan didampingi oleh petugas dari KAI Commuter.

Syarat mengikuti kegiatan C-Taditur, adalah siswa dari PAUD-SMK.

Sekolah wajib melakukan pendaftaran dan pemesanan terlebih dahulu melalui website resmi C-taditur.

Melalui proses ini, jadwal dapat diatur dengan baik sehingga pengalaman belajar menjadi lebih tertib, nyaman, dan menyenangkan.

Dilansir dari laman C-Taditur pada Jumat (26/6/2026), pada dasarnya, C-taditur merupakan wujud komitmen KAI Commuter dalam memberikan edukasi bagi generasi penerus bangsa.

Peserta hanya membayar tarif perjalanan yang berlaku dan melakukan pembelian Kartu Multi Trip (KMT) minimal sebanyak lima kartu.

KMT ini nantinya menjadi hak milik peserta, dapat dibawa pulang, dan bisa digunakan kembali untuk perjalanan Commuter Line selanjutnya.

Berikut rincian lengkap agar bisa mengikuti program ini:

Sekolah atau kelas mendaftar ke web C-Taditur

Kemudian mengkomunikasikan teknis pelaksanaannya dengan staf stasiun

Untuk lanjutan ke tempat wisata partner C-Taditur, dikenakan biaya tambahan dengan potongan harga yang tidak tersedia untuk umum

Menyediakan alat pembayaran dengan saldo cukup untuk perjalanan pergi pulang

Melakukan pembelian KMT minimal 5 kartu

Mematuhi semua peraturan sebagai pelanggan Commuter Line.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index