BEKASI - Pihak Polres Metro Bekasi saat ini tengah mendalami rekaman video mengenai seorang ibu yang mengklaim menjadi korban pemerasan agar sang anak dapat dibebaskan dari kasus narkotika.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani.
Ia menjelaskan bahwa persoalan hukum ini sedang dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian.
Seluruh pihak yang terlibat pun tengah dipanggil untuk dimintai klarifikasi guna memperjelas duduk perkara yang sebenarnya.
“Perkaranya saat ini sedang diproses. Semua pihak sedang diminta keterangan. Dan anggota kami tidak pernah meminta atau pun menerima uang,” ujar Aliyani saat memberikan konfirmasi via pesan, Senin (18/5/2026).
Dirinya menegaskan bahwa tindakan tegas berdasarkan aturan yang berlaku siap diberikan apabila ditemukan adanya personel yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
“Kalau ada oknum anggota yang melakukan perbuatan tercela, pasti akan kami tindak,” tegasnya.
Aliyani turut menyatakan bahwa jajaran Satresnarkoba Polres Metro Bekasi senantiasa mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku dalam menindak setiap perkara narkotika.
Pihak kepolisian menegaskan komitmen kuat mereka dalam mengikis habis peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.
Menurutnya, komitmen tersebut dibuktikan melalui banyaknya pelaku pengedar maupun pengguna barang haram yang berhasil diamankan oleh jajaran Polres hingga Polsek.
Sebelum isu ini berkembang luas, seorang ibu mengaku dimintai uang oleh oknum polisi setelah anaknya ditangkap terkait dugaan kasus narkotika oleh Polres Metro Bekasi.
Pernyataan dari ibu tersebut diunggah oleh akun Instagram @angel_vission hingga menjadi viral dan mengundang perhatian luas dari warganet.
Dalam video yang beredar, seorang wanita mengenakan kerudung cokelat tua menjelaskan kronologi penangkapan putranya atas dugaan kepemilikan barang bukti sabu.
Perempuan itu memaparkan bahwa pihak keluarganya sempat dimintai dana hingga puluhan juta rupiah.
“Awalnya diminta Rp 20 juta. Karena ada keterlambatan sampai malam, jadi naik lagi Rp 25 juta. Terus dari kami memohon-mohon, akhirnya jadi Rp 22 juta,” ungkap wanita di dalam video tersebut.
Perempuan ini juga memaparkan bahwa terdapat perjanjian bahwa anaknya akan dilepaskan dari ruang tahanan pada hari berikutnya apabila dana tersebut diserahkan.
“Katanya nanti dijamin besok keluar. Kalau pun belum bisa, nanti minta lagi buat ‘nyiram’, istilahnya begitu. Terus saya ditelepon terus, jadi saya merasa dikejar-kejar,” tambahnya.
Pada perkembangannya, awak media telah berupaya menghubungi pihak keluarga terkait untuk meminta klarifikasi lebih mendalam mengenai dugaan pemerasan ini. Kendati demikian, sampai berita ini diturunkan, belum ada respons maupun penjelasan tambahan dari pihak keluarga mengenai kasus ini.