Maxim

Permintaan Transportasi Maxim Naik Selama Ramadan Layanan Ojek Melonjak

Permintaan Transportasi Maxim Naik Selama Ramadan Layanan Ojek Melonjak
Permintaan Transportasi Maxim Naik Selama Ramadan Layanan Ojek Melonjak

JAKARTA - Periode Ramadan hingga Lebaran selalu menghadirkan perubahan besar dalam pola mobilitas masyarakat. Aktivitas harian seperti bekerja, berbelanja kebutuhan berbuka, hingga silaturahmi dengan keluarga membuat kebutuhan transportasi meningkat signifikan. 

Kondisi ini menjadi momentum penting bagi industri transportasi berbasis aplikasi atau e-hailing yang melayani berbagai kebutuhan perjalanan dan pengiriman.

Peningkatan aktivitas masyarakat selama bulan suci juga berdampak pada melonjaknya permintaan layanan antar makanan dan pengiriman barang. 

Banyak pengguna memanfaatkan layanan tersebut untuk memesan makanan berbuka puasa, mengirim paket kepada keluarga, atau memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa harus bepergian jauh. Perubahan pola konsumsi ini turut mendorong perusahaan transportasi daring untuk menyesuaikan strategi operasionalnya.

Perusahaan layanan e-hailing Maxim melihat momentum Ramadan sebagai peluang untuk memperkuat layanan sekaligus meningkatkan dukungan kepada para mitra pengemudi. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, perusahaan berupaya memastikan ketersediaan layanan tetap optimal di berbagai wilayah.

Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan, perusahaan memanfaatkan momentum Ramadan dengan mengoptimalkan layanan sekaligus memperkuat dukungan terhadap mitra pengemudi.

Lonjakan Mobilitas Selama Ramadan Dan Lebaran

Dirhamsyah menjelaskan bahwa periode Ramadan hingga Lebaran memiliki arti penting bagi industri transportasi daring. Pada masa ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan mobilitas dan pengiriman meningkat dibandingkan periode lainnya.

“Momentum Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu periode penting bagi industri e-hailing karena terjadi peningkatan mobilitas masyarakat serta kebutuhan layanan antar barang dan makanan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan terjadi dalam berbagai bentuk. Banyak pengguna memanfaatkan layanan transportasi untuk bepergian dari tempat kerja menuju lokasi berbuka puasa bersama, mengunjungi keluarga, maupun menjalankan aktivitas harian lainnya.

Selain itu, kebutuhan layanan pengantaran juga mengalami peningkatan karena masyarakat cenderung memesan makanan atau mengirim barang tanpa harus keluar rumah. Hal tersebut membuat permintaan terhadap berbagai jenis layanan e-hailing meningkat secara signifikan.

Kondisi ini menjadi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan operasionalnya.

Dukungan Perusahaan Untuk Mitra Pengemudi

Menurutnya, selain fokus pada optimalisasi layanan dan ekspansi bisnis di berbagai wilayah, Maxim juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk mendukung mitra pengemudi dan masyarakat selama Ramadan.

“Di Ramadan kali ini, kami ingin menjadi layanan yang lebih dekat dan bermanfaat kepada mitra pengemudi dan juga masyarakat. Dukungan sosial yang kami jalankan adalah seperti penyerahan Bonus Hari Raya (BHR), pemberian bantuan insentif, potongan komisi aplikasi mulai dari 0% bagi mitra pengemudi disabilitas, serta penyaluran bantuan sembako kepada mitra pengemudi, panti asuhan, dan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan para mitra pengemudi yang berperan penting dalam operasional layanan transportasi daring. Selain memberikan dukungan finansial, perusahaan juga berupaya menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem layanan yang saling mendukung antara perusahaan, mitra pengemudi, dan pengguna layanan.

Ekspansi Mitra Pengemudi Di Wilayah Potensial

Dari sisi ekspansi armada, Dirhamsyah menyebut perusahaan terus memperkuat kehadiran dengan menarik mitra pengemudi baru di wilayah dengan potensi pertumbuhan tinggi.

“Jika melihat wilayah dengan potensi pertumbuhan terbesar, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, tren perekrutan mitra pengemudi saat ini masih sejalan dengan kebutuhan pengguna serta rencana operasional perusahaan sepanjang 2026.

Perekrutan mitra baru dilakukan untuk memastikan ketersediaan layanan tetap memadai di tengah meningkatnya permintaan. Dengan jumlah pengemudi yang lebih banyak, perusahaan dapat menjaga waktu tunggu pelanggan tetap singkat serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Ekspansi ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan di berbagai daerah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Pertumbuhan Permintaan Dan Tantangan Regulasi Industri

Sementara itu dari sisi permintaan, Maxim mencatat peningkatan penggunaan layanan selama Ramadan, terutama pada layanan transportasi roda dua.

“Layanan transportasi roda dua menjadi layanan terbesar dengan pertumbuhan sekitar 63,02%, diikuti oleh layanan mobil sebesar 18,95%, layanan pengiriman sebesar 13,6%, serta layanan lainnya sekitar 4,43%,” ungkapnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berbagai aktivitas selama Ramadan, mulai dari bekerja, sekolah, berbuka puasa hingga kegiatan silaturahmi.

Selain transportasi penumpang, layanan pengantaran barang dan makanan juga tetap memberikan kontribusi signifikan seiring meningkatnya aktivitas belanja dan pengiriman kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Maxim menilai tantangan industri e-hailing ke depan berkaitan dengan aspek regulasi yang dapat mempengaruhi keberlanjutan ekosistem transportasi daring.

Dirhamsyah menambahkan, regulasi yang disusun secara proporsional akan menjaga keberlanjutan industri sekaligus memberikan fleksibilitas bagi mitra pengemudi.

“Sebaliknya, kebijakan yang terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan dinamika model bisnis digital dapat menimbulkan risiko seperti menghambat keberlanjutan industri, berkurangnya fleksibilitas mitra pengemudi, serta keterbatasan akses layanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia bilang, Maxim siap berpartisipasi dalam proses pembahasan regulasi bersama para pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan ekosistem transportasi daring di Indonesia.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan, industri e-hailing diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan. Namun keberlanjutan sektor ini juga sangat bergantung pada kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan kebijakan yang mendukung perkembangan layanan digital secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index