JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi logistik nasional.
Infrastruktur yang terintegrasi dinilai menjadi kunci penting untuk mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, sekaligus memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi baru.
Di berbagai wilayah Indonesia, pengembangan pelabuhan menjadi salah satu prioritas karena berperan sebagai simpul utama perdagangan dan distribusi barang. Pelabuhan tidak hanya menjadi pintu keluar masuk komoditas, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi yang terhubung dengan kawasan industri, transportasi darat, hingga pusat produksi.
Salah satu proyek yang tengah mendapat perhatian pemerintah adalah pengembangan pelabuhan terintegrasi di Tanjung Carat, Sumatera Selatan. Proyek ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik regional sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis hilirisasi sumber daya alam.
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat Untuk Efisiensi Logistik
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkuat pengembangan pelabuhan terintegrasi Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan tujuan memacu efisiensi logistik.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur logistik yang terintegrasi dengan kawasan industri dan jaringan transportasi lainnya.
Dirinya menghadiri langsung pencanangan pembangunan (project launching) pelabuhan tersebut pada Kamis (9/4), serta menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur dasar, tetapi juga solusi atas tantangan efisiensi logistik di Sumatera Selatan.
"Persoalan utama kita bukan pada sumber daya, tetapi pada kemampuan mengkomersialisasikan dan efisiensi logistik. Pelabuhan Tanjung Carat ini adalah solusi untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan memperbaiki daya saing kita,” tegasnya.
Pembangunan pelabuhan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dari berbagai sektor industri sekaligus mempercepat proses distribusi komoditas dari wilayah Sumatera Selatan ke pasar domestik maupun internasional.
Potensi Sumber Daya Sumatera Selatan Belum Optimal
Ia menjelaskan Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari batu bara, migas, hingga komoditas perkebunan. Namun, potensi tersebut belum optimal karena keterbatasan infrastruktur logistik yang efisien.
“Kita ini kaya sumber daya, tapi kalau tidak kompetitif, tidak ada artinya. Ujungnya masyarakat juga yang menanggung. Maka infrastruktur logistik menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya alam saja belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting agar komoditas yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih efisien dan kompetitif.
Dengan adanya pelabuhan yang modern dan terintegrasi, proses distribusi hasil tambang, energi, maupun produk perkebunan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Hal ini pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi di wilayah tersebut.
Integrasi Infrastruktur Dan Kawasan Industri
Sebagai pelabuhan terintegrasi, Tanjung Carat dirancang terhubung dengan berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan tol, jalur kereta api, serta kawasan industri dalam satu klaster pengembangan.
Kawasan ini juga diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis hilirisasi untuk memperkuat daya tarik investasi.
“Ini konsolidasinya bagian dari proyek investasi dan proyek strategis nasional, dan rencananya juga nanti di sini akan kita buka area kawasan ekonomi khusus. Nanti ini akan pertama kalinya menjadi kawasan ekonomi khusus hilirisasi,” jelasnya.
Konsep pengembangan yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih efisien. Kehadiran kawasan ekonomi khusus juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan industri pengolahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Selain itu, integrasi antara pelabuhan, transportasi darat, dan kawasan industri juga akan mempercepat mobilitas barang dari pusat produksi menuju pelabuhan ekspor. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha dalam menekan biaya logistik serta meningkatkan efisiensi distribusi.
Dukungan Pemerintah Untuk Percepatan Proyek
Lebih lanjut, Todotua mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Sumatera Selatan pada 2025 mencapai Rp62,66 triliun, didominasi sektor industri pengolahan, khususnya kertas dan percetakan, serta sektor pertambangan dan energi.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan arah transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah yang perlu didukung oleh sistem logistik yang efisien.
“Potensi investasinya sudah besar, tetapi harus kita dorong dengan infrastruktur yang efisien agar nilai tambahnya bisa maksimal dan daya saingnya meningkat,” ungkapnya.
Pemerintah pusat, lanjutnya, telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini, termasuk percepatan penyelesaian lahan dan integrasi infrastruktur pendukung.
“Semua dukungan sudah ada. Kalau ini tidak kita jalankan cepat, kita akan kehilangan momentum. Sekarang tinggal komitmen kita bersama untuk mengeksekusi,” tegasnya.
Dengan dukungan tersebut, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi regional. Infrastruktur ini tidak hanya memperkuat sistem logistik, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.