Kronologi Perundungan Siswa MTs di Pati Hingga Jari Korban Putus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:17:34 WIB
Pihak sekolah menceritakan kronologi kejadian kecelakan yang menimpa salah satu siswa berinisial A hingga jari putus.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kasus aksi perundungan serta penganiayaan rupanya masih dijumpai di lingkungan sekolah yang berada di Indonesia.Momen kali ini berlangsung di salah satu sekolah MTs yang terletak di wilayah Pati, Jawa Tengah.

Tindakan tersebut mulanya dipicu oleh aksi saling olok antar murid yang berada di MTs itu lewat cara menyebutkan identitas orang tua satu sama lain.

Terdapat seorang murid kelas 9 yang tidak berkenan, lantas mengajak dua rekannya guna mengeroyok seorang korban yang masih duduk di kelas 7.Korban sempat berupaya mengamankan diri ke dalam ruang kelas.

Namun terduga pelaku tetap melakukan pengejaran dan turut melayangkan pukulan.Peristiwa ini berlandaskan keterangan dari pihak korban.Korban lantas melarikan diri menuju kamar mandi, kemudian keluar lagi serta menaiki pagar besi yang ada di area sekolah yang kondisinya sudah rapuh.

Nahas, bagian tangan kiri korban tersangkut pada pagar besi yang dipanjatnya, sehingga membuat dua ruas jari terputus serta satu jari diinformasikan retak atau patah.Hal yang lebih mengagetkan lagi, bagian potongan jari korban sempat dipendam di area sekolah.

Informasinya, tindakan tersebut sesuai dengan arahan dari pihak pengelola sekolah.Seusai korban membeberkan kronologi yang sesungguhnya kala berada di rumah sakit, pada akhirnya pihak keluarga meminta potongan jari tersebut digali ulang dan diserahkan kembali ke pihak keluarga untuk pemenuhan bukti medis sekaligus bukti hukum.

Saat ini dari sudut pandang pihak keluarga korban menyebutkan bahwa insiden tersebut murni merupakan tindakan pengeroyokan serta perundungan oleh tiga orang kakak kelas secara terus-menerus hingga korban terpojok lalu terpaksa memanjat pagar demi menyelamatkan diri.

Kendati demikian, yang memicu keheranan ialah versi dari pihak sekolah MTs.Kepala sekolah bergeming bahwa insiden ini murni musibah tanpa ada faktor kesengajaan, di mana area tangan korban tersangkut kala yang bersangkutan melompati pagar sekolah.

Saat ini penanganan kasus tengah masuk tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian.Pihak keluarga korban secara tegas menolak opsi damai dan menuntut penegakan hukum wajib dituntaskan sampai selesai.

Guna meraih keadilan, proses hukum serta penyelidikan intensif wajib dijalankan oleh aparat kepolisian untuk mendalami kronologi yang sebenarnya, apakah benar terjadi aksi perundungan atau bukan.

Perkara dugaan perundungan di Kabupaten Pati Jawa Tengah ini patut memperoleh perhatian yang serius.Pihak keluarga berdampingan dengan tim kuasa hukum meminta perkara ini diusut secara menyeluruh agar mampu menyodorkan keadilan bagi korban.Saat ini aduan resmi sudah masuk ke Polresta Pati, Jawa Tengah dan sedang dalam penanganan penyelidikan.

Terkini