Polisi Minta Pelaku Pembacokan Bentrok DC di Surabaya Menyerahkan Diri

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59:25 WIB
Ilustrasi Rekaman CCTV pembacokan petugas parkir kafe di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, yang dilakukan oleh sekelompok DC.(Sumber:NET)

SURABAYA - Pertikaian antara penagih utang (debt collector) dan petugas parkir di sebuah kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari hampir berlanjut.

Hal tersebut dipicu oleh rekan dari dua korban pembacokan yang merupakan anggota organisasi pencak silat tidak terima dan melakukan penyisiran.

Kapolrestabes Surabaya terjun langsung menuju area sekitar kantor penagih utang di Jalan Teuku Umar, Surabaya.

Pihaknya berinteraksi secara langsung dengan kerumunan massa yang bermaksud melancarkan aksi balasan.Beruntung, pergerakan massa dapat ditenangkan sehingga mereka bersedia membubarkan diri.

"Sterilkan, minta warga kembali ke rumah. Siagakan anggota di lokasi, " kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, dalam video yang diunggah di akun instagramnya.

Pihak kepolisian memastikan bakal menindaklanjuti insiden pembacokan yang menimpa dua petugas parkir serta satu orang dari kubu debt collector.

Polisi mendesak pelaku penganiayaan untuk kooperatif dan menyerahkan diri."Kami minta secara sportif pada pelaku pembacokan untuk segera melapor ke kami," tegasnya.

Ia pun mengimbau seluruh pihak agar saling menahan diri serta tidak terprovokasi oleh emosi."Jangan mengambil langkah sendiri yang bisa memicu keributan lebih besar. Mari kami jaga kondusifitas Surabaya," tuturnya.

Kronologi Pertikaian Penagih Utang dan Petugas Parkir Kafe Basuki Rahmat

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, insiden perselisihan melibat kelompok penagih utang dan petugas parkir (valet) pecah di pelataran parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.

Dampak pertikaian tersebut mengakibatkan tiga orang menderita luka akibat sabetan senjata tajam, yakni dua petugas parkir dan satu orang dari pihak penagih utang yang terkena senjata rekannya sendiri.

Menurut informasi yang dihimpun, perselisihan berawal saat kelompok penagih utang mendatangi area parkir kafe pada Sabtu (25/7) dini hari dengan maksud menyita unit mobil milik salah seorang pekerja kafe.

Akan tetapi, pihak penagih utang diduga belum dapat memperlihatkan dokumen resmi penyitaan.Upaya mediasi kemudian dilakukan oleh petugas parkir bersama personel keamanan (security).

Kendati demikian, interaksi tersebut justru memicu kesalahpahaman hingga kedua belah pihak merasa tersinggung.Tidak berselang lama, bentrokan fisik pun pecah antara kelompok penagih utang dan petugas parkir.

Awalnya perselisihan hanya berupa aksi saling pukul menggunakan tangan kosong.Namun, pihak penagih utang diduga membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan di area parkir kafe Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari."Yang terlibat ricuh valet sama DC. Jadi yang kena korban anak valet. Yang laporan dari pihak valet," ujarnya, Minggu (26/7).

Pihaknya menegaskan bahwasanya sosok pelaku pembacokan saat ini masih dalam tahap penyelidikan."Masih proses lidik," terangnya.

Terkini