Investor Kripto Pantau Bitcoin Ethereum Usai Inflasi Amerika Serikat Turun Juni

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13:30 WIB
Investor memantau pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum setelah penurunan inflasi AS Juni 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Penurunan inflasi Amerika Serikat pada Juni 2026 menjadi sentimen penting bagi pasar global, termasuk investor kripto. Data inflasi mendorong harga Bitcoin ke kisaran 64.600 US dolar dan Ethereum sekitar 1.900 US dolar pada perdagangan 16 Juli 2026.

“Data inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons oleh berbagai kelas aset, termasuk kripto. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi,” kata CEO Indodax William Sutanto, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat inflasi turun menjadi 3,5 persen secara tahunan dari 4,2 persen pada Mei. Secara bulanan, CPI turun 0,4 persen, lebih besar dari ekspektasi penurunan 0,2 persen. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak April 2020, terutama dipengaruhi melemahnya harga energi.

Selain Bitcoin, perhatian investor juga mengarah pada Ethereum menjelang ETH Genesis Day 30 Juli. William menjelaskan momentum ini menjadi pengingat perjalanan Ethereum sejak 2015 sekaligus perkembangan ekosistem blockchain. “ETH Genesis Day menjadi momen untuk melihat bagaimana ekosistem tersebut terus berkembang sebagai fondasi berbagai inovasi blockchain, mulai dari smart contract, DeFi, hingga tokenisasi aset,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, William mengingatkan pergerakan kripto tetap dipengaruhi faktor global, termasuk kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik. Ia mengimbau investor mengambil keputusan bijak, memahami profil risiko, serta melakukan riset mandiri sebelum membeli aset kripto.

Terkini