Wamenpar Dorong Bantimurung-Bulusaraung Jadi Contoh Wisata Konservasi

Wamenpar Dorong Bantimurung-Bulusaraung Jadi Contoh Wisata Konservasi
Wamenpar Dorong Bantimurung-Bulusaraung Jadi Contoh Wisata Konservasi

BERITAKINI.CO.ID — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, punya modal kuat sebagai destinasi wisata alam, edukasi, dan konservasi. Dalam kunjungannya ke kawasan itu, ia menekankan pengelolaan pariwisata harus tetap menempatkan pelestarian lingkungan dan keterlibatan warga sekitar sebagai prioritas.

Ni Luh menyebut taman nasional tersebut memiliki sejumlah keunggulan berskala dunia. Salah satunya kekayaan kupu-kupu yang membuat Bantimurung dikenal sebagai "The Kingdom of Butterfly".

Kupu-Kupu hingga Karst Maros-Pangkep

Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai spesies kupu-kupu, termasuk jenis langka dan endemik. Selain itu, bentang alam karst yang luas dengan panorama tebing khas menjadi bagian penting kekayaan geologi Maros-Pangkep.

Wilayah tersebut telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan konservasi ini juga menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik Sulawesi, di antaranya kera hitam Sulawesi (Macaca maura) dan kuskus beruang.

Daya tarik lain berupa air terjun serta jaringan gua alam dengan stalaktit, stalagmit, dan nilai arkeologi. Kombinasi itu memperkuat posisi Bantimurung-Bulusaraung sebagai destinasi wisata alam, edukasi, dan konservasi.

"Saya berharap Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Fasilitas Dasar Jadi Standar Mutlak

Dalam kunjungannya pada Sabtu (19/9), Ni Luh memeriksa sejumlah fasilitas bagi wisatawan. Ia juga berdiskusi dengan pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola kawasan, dan pemandu wisata.

Diskusi membahas strategi penguatan kapasitas pelaku pariwisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat di sekitar taman nasional. Tujuannya agar warga semakin berperan dalam pengembangan pariwisata kawasan.

Ni Luh menegaskan keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata. Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan kamar mandi bersih disebutnya sebagai standar mutlak.

"Keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata. Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan ketersediaan kamar mandi yang bersih merupakan standar mutlak yang harus dijaga untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara," ujar dia.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Geopark

Kementerian Pariwisata berkomitmen berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pengelola kawasan, pelaku pariwisata, serta komunitas lokal. Kolaborasi itu untuk memperkuat kualitas infrastruktur, layanan, dan promosi Geopark Bantimurung Bulusaraung.

Langkah tersebut diharapkan membuat kawasan semakin dikenal dan berdaya saing di tingkat internasional. Pengembangan pariwisata juga diharapkan memberi manfaat ekonomi luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan fungsi konservasi dan keberlanjutan ekosistem.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index