SLEMAN - Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 terus dilakukan. Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah Gerbang Tol Kronggahan yang mengusung desain siluet Candi Boko sebagai elemen arsitekturalnya. Pihak kontraktor menargetkan pekerjaan konstruksi ruas tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026 sesuai target mandatori yang diberikan oleh pemberi pekerjaan.
Penyelesaian konstruksi pada Desember 2026 menjadi target yang harus dipenuhi pihak kontraktor. "Dari sisi kontraktor ada mandatory yang harus dipenuhi. Desember itu harus sudah selesai pekerjaan konstruksi," kata pihak perwakilan kontraktor (14/9/2026).
Meski konstruksi ditargetkan selesai Desember, penyelesaian pekerjaan tersebut belum otomatis membuat jalan tol langsung dapat difungsikan. Masih terdapat sejumlah tahapan dan pengujian yang harus dilalui sebelum ruas tol dinyatakan laik untuk digunakan.
Keputusan mengenai kesiapan fungsional nantinya melibatkan pihak pengelola dan sejumlah instansi terkait. Berbagai pengujian dan uji kelayakan harus dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kelayakan jalan terpenuhi. "Kalau untuk fungsional, yang berhak untuk memutuskan itu Jasa Marga dan instansi yang berkaitan dengan beberapa uji kelayakan dan sebagainya," jelasnya.
Pihak kontraktor saat ini masih fokus menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang telah berjalan. Karena itu, target Desember 2026 merupakan target penyelesaian konstruksi, sedangkan waktu pengoperasian masih menunggu hasil berbagai tahapan pengujian. "Dari sisi kontraktor, kami bekerja sesuai kontrak yang sudah ada dan pekerjaan itu harus diselesaikan sesuai target," ujarnya.
Sementara itu, keberadaan siluet Candi Boko pada Gerbang Tol Kronggahan memberikan sentuhan identitas budaya lokal pada infrastruktur modern. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter visual jalan tol yang melintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk kawasan Depok, Gamping, prosesnya masih mengikuti tahapan pembangunan yang ada sehingga belum dapat memastikan kapan bagian tersebut mulai difungsikan. "Untuk yang di Depok, saya belum bisa memastikan kapan dimulai. Kami masih mengikuti proses yang ada," katanya.
Di tengah pembangunan, sejumlah warga Depok di kawasan terdampak juga mulai melakukan pembongkaran bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.
Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah Yogyakarta dan Solo serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Namun, setelah konstruksi selesai, ruas tersebut masih harus melewati tahapan pengujian dan kelayakan sebelum benar-benar dapat dibuka untuk umum.