Proyek MRT Jakarta Ditemukan Peninggalan Abad ke-17 di Bawah Tanah

Proyek MRT Jakarta Ditemukan Peninggalan Abad ke-17 di Bawah Tanah
Perkembangan proyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2A per Juni 2026.(Sumber:NET)

JAKARTA - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota kembali mengungkap sisi lain perjalanan panjang Ibu Kota. Di tengah pengerjaan moda transportasi modern, sejumlah peninggalan masa lalu justru muncul dari bawah tanah Jakarta.

Salah satu temuan tersebut berada pada area pengerjaan paket kontrak CP 202 yang mencakup ekosistem Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Paket pengerjaan yang berlangsung sejak 2022 itu menemukan cerucuk berupa struktur kayu penyusun tanggul yang diperkirakan berasal dari abad ke-17.

Keberadaan struktur kuno tersebut menjadi persoalan teknis karena lokasinya beririsan langsung dengan bagian permanen stasiun yang tetap wajib dibangun.

Department Head Deputy Project Management 1 MRT Jakarta, David Anggiat Siahaan, menjelaskan bahwa pembangunan koridor penghubung juga mesti menyesuaikan dengan kondisi temuan itu.

"Kami harus membuat koridor, kami menyebutnya panel penyeberangan orang yang berfungsi untuk menyeberangkan dari sisi Gadjah Mada dan juga sisi Hayam Wuruk sebagai akses masuk ke dalam stasiun," kata David.

Penanganan terhadap cerucuk tidak dilakukan sembarangan. MRT Jakarta berkoordinasi dengan arkeolog dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta agar proses pengangkatan sampai penyimpanannya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Cerucuk tersebut dikeluarkan secara hati-hati menggunakan alat berat. Setelah berada di luar area konstruksi, proses pembersihan dilakukan memakai air mengalir tanpa menggunakan sabun.

"Yang penting air mengalir sih, kami sikat bersih, habis itu ada perendaman, lalu ada pembungkusannya," ujar David saat ditemui di Transport Hub, Jakarta Pusat.

Tahap berikutnya dilakukan melalui serah terima kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk penyimpanan dan penanganan lebih lanjut.

David menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari kepatuhan MRT Jakarta terhadap aturan perundang-undangan. Setiap pihak yang menemukan benda yang diduga sebagai objek cagar budaya diwajibkan melapor kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Temuan dalam proyek CP 202 ternyata tidak hanya berupa cerucuk kayu. David menyebut masih terdapat sejumlah benda dan struktur lain yang ditemukan selama pengerjaan konstruksi berlangsung, di antaranya rel tram serta dinding bata yang diduga merupakan bagian dari struktur jembatan pada masa lalu.

Temuan tersebut memperlihatkan adanya lapisan sejarah yang masih tersimpan di kawasan pusat Jakarta. Pembangunan infrastruktur modern pun secara tidak langsung menjadi momentum untuk menemukan kembali bagian dari masa lalu kota yang sebelumnya tersembunyi.

Kondisi itu turut membuka kemungkinan agar peninggalan sejarah tersebut tidak hanya disimpan, tetapi juga diintegrasikan ke dalam pengembangan kawasan MRT Jakarta.

Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, mengatakan potensi munculnya peninggalan sejarah dalam pembangunan Fase 2A menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam perencanaan kawasan. Menurut Samuel, peninggalan dari era 1800-an masih berpeluang ditemukan selama proses pembangunan berlangsung, terutama di kawasan yang memiliki nilai historis tinggi.

Karena itu, MRT Jakarta tengah menyiapkan konsep penataan kawasan di sekitar Fase 2A, termasuk kawasan Kota Tua. Pendekatan yang dirancang bakal menggabungkan karakter sejarah Jakarta dengan sentuhan modern.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menjadikan museum sebagai bagian dari kawasan tersebut. Benda-benda bersejarah yang telah direstorasi dapat ditempatkan di museum yang tersedia maupun fasilitas museum yang mungkin dikembangkan di masa mendatang.

"Selain kami kerjasamakan dengan Disbud, itu kan peninggalan sejarah direstorasi lagi ya, dan sekarang dimasukkan ke beberapa museum. Untuk pengembangan placemaking ke depannya ada satu yang akan masuk yaitu museum. Misalkan nanti di Jakarta ada museum lilin, bisa aja tuh ada museumnya kombinasinya mix antara yang historical maupun yang modern," kata Samuel di Wisma Nusantara.

Konsep tersebut memungkinkan kawasan sekitar stasiun tidak hanya berfungsi sebagai ruang mobilitas masyarakat. Nilai sejarah yang ditemukan selama pembangunan juga dapat menjadi bagian dari identitas kawasan.

Samuel menyebut pelaksanaannya membutuhkan kerja sama berbagai pihak. MRT Jakarta dapat berkolaborasi dengan dinas terkait, pihak swasta, maupun pengelola museum untuk mengembangkan konsep tersebut.

Dengan begitu, temuan yang tersingkap dari proyek MRT Jakarta berpotensi memiliki kehidupan baru. Benda-benda yang selama ini berada di bawah tanah dapat dilestarikan dan, apabila dinilai layak, diperkenalkan kembali kepada masyarakat sebagai bagian dari sejarah Jakarta.

Di satu sisi, MRT menghadirkan wajah baru transportasi Ibu Kota. Di sisi lain, pembangunan jalur tersebut justru membuka kesempatan bagi masyarakat untuk kembali melihat jejak Jakarta dari masa lampau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index